Wisata Palembang-Bengkulu 4 Hari 3 Malam
Rp 1.800.000,-/Pax Min.40 orang
Hari ke 01 : PALEMBANG – BENGKULU (MS,MM)
Jam 07.00 – 08.00 : Berkumpul di tempat yang sudah ditentukan
Jam 08.00 – 12.00 : Berangkat menuju Bengkulu
Jam 12.00 – 13.00 : Makan Siang di Local Resto
Jam 13.00 – 17.00 : Melanjutkan perjalanan
Jam 17.00 – 18.00 : Makan malam di Local Resto
Jam 20.00 - .... : Tiba di Bengkulu dan Check in Hotel, acara bebas
Hari ke 02 : BENGKULU CITY TOUR (MP,MS,MM)
Jam 07.00 – 08.00 : Sarapan Pagi di Hotel
Jam 08.00 – 11.00 : Menuju & Berwisata di Benteng Fort Marlborough
Jam 11.00 – 13.00 : Menuju & Wisata di Rumah Pengasingan Soekarno
Jam 13.00 – 14.00 : Makan Siang di Local Resto
Jam 14.00 – 18.00 : Menuju & Wisata di Pantai Panjang (Jika memnungkinkan bisa diisi dengan outbond)
Jam 18.00 – 19.00 : Makan Malam di Local Resto
Jam 19.00 - ..... : Menuju Hotel dan Acara bebas
Hari ke 03 : CITY TOUR BENGKULU-PALEMBANG (MP,MS,MM)
Jam 07.00 – 08.00 : Sarapan pagi di Hotel dan check out hotel
Jam 08.00 – 10.30 : Menuju & Wisata Danau Dendam Tak Sudah
Jam 10.30 – 12.00 : Menuju &wisata di Museum Negeri Bengkulu
Jam 12.00 – 13.00 : Makan Siang di Local Resto
Jam 13.00 – 14.00 : Menuju &Wisata Kebun Teh Bengkulu
Jam 14.00 – 17.00 : Menuju &Wisata di Pantai Lais Bengkulu
Jam 17.00 – 18.00 : Menuju &Wisata di Air Terjun
Jam 18.00- 19.00 : Makan Malam di Local Resto
Jam 19.00 – 20.00 : Menuju &Wisata di Kampung Tua China Bengkuli
Jam 20.00 – 22.00 : Berwisata belanja oleh-oleh khas Bengkulu
Jam 22.00 - .... : Menuju Palembang
Hari ke 04 : Palembang (MP)
Jam 07.00 – 08.00 : Sarapan Pagi di Hotel
Jam 08.00 – 10.00 : Melanjutkan Perjalanan ke Palembang
Jam 12.00 : di Perkirakan tiba di Palembang


23.51 | | 0 Comments
Paket Wisata Palembang
Laudate Tour Profil layanan kami sajikan kepada semua pelanggan serta calon pelanggan dari ”LAUDATE TOUR”, Setiap paket wisata maupun paket Mahasiswa yang kami sajikan merupakan sajian terbaik kami, yang selayaknya para pelanggan dapatkan. Adapun paket perjalanan yang kami sajikan berupa : - Paket Wisata Full Tour - Paket Mahasiswa KKL, PKL dan Kunjungan Industri, Study Tour Sekolah, Paket Tour Ziarah Selama dalam perjalanan, anda akan mendapatkan pelayanan yang tidak akan mengecewakan, serta hiburan dan informasi yang anda butuhkan selama perjalanan nanti. Dengan segala kelebihan dan kenyamanan ini tak heran jika pelanggan kami akan merasa puas dan nyaman bila bersama kami. TRANSPORTASI Bus Pariwisata • Bus pariwisata yang sudah dikenal luas di dunia transportasi pariwasata, • Bus pariwisata keluaran tahun terbaru 2011 s/d 2013 Jenis HINO dan Marcedes Benz OH 1525 serta Marcedes Benz OH 1526, dan Marcedes Benz OH 1626 • Regenerasi bus dilakukan 5 tahun sekali, • Uji emisi sertifikasi Euro 3 • Dilengkapi dengan pesawat radio, • Kursi dengan sistem rel dan recleaning seat, • Pintu bus hidrolik, • Fasilitas 2 TV Flat + mini TV, DVD, VCD, Mp3, USB, Microphone, Music karaoke, Selimut, Pengharum semprot otomatis, Charge HP, Smoking Area dan Toilet. Kapasitas 30 (2-2) Toilet, 40 (2-2) Toilet, 44 (2-2) Toilet, 54 (2-3) Toliet, 59 (2-3) non Toilet. • Driver dan helper bus pariwisata yang ramah dan sopan yang akan siap melayani anda. ASURANSI Asuransi Jasa Raharja KONSUMSI Snack : Diberikan satu kali pada saat pemberangkatan Makan : Kami sajikan makanan prasmanan atau Box 3x sehari Minuman : Kami sajikan kemasan botol 300 ml Aqua FASILITAS TAMBAHAN 1. P3K : Antisipasi kesehatan peserta selama perjalanan 2. Plakat : Plakat ucapan terima kasih untuk tiap perusahaan 3. Spanduk Tour : Spanduk untuk foto bersama 4. Tour Leader : Beliau akan menyertai Tour anda (Lisensi Nasional) 5. Pengemudi : Kami berikan pengemudi khusus Pariwisata KONDISI TOUR Biro perjalanan Laudate Tour “Menanggung seluruh” Akomodasi berupa: 1. Bus khusus Pariwisata 44/30 seat, Full AC, Rec. Seat 2-2, LCD TV/DVD/VCD/Karaoke, Toilet/Non Toilet & Selimut. 2. Penginapan dengan kapasitas 3 / 4 orang per kamar dengan fasilitas AC dan Televisi. Kamar Mandi dalam 3. Makan pagi ( B ), makan siang ( L) dan makan malam (D) secara prasmanan dan box (khusus makan di lokasi wisata atau kunjungan). 4. Tol, parkir, tiket masuk ke objek wisata (tidak termasuk permainan atau wahana wisata). 5. Tour Leader (Pemandu Wisata) berlisensi Nasional. 6. Kostum Tour 7. Tips Sopir dan Kondektur 8. Asuransi 9. Spanduk untuk foto bersama 10. Satu kali snack dan air mineral 300ml saat pemberangkatan (S) NON KONDISI Biro perjalanan “Laudate Tour“ Tidak Menanggung biaya meliputi : 1. Biaya makan dan minum tambahan, 2. Hotel dengan fasilitas di atasnya, 3. Tour tambahan, 4 Biaya lain yang disebabkan oleh Force Major. Note : 1. Harga Paket dan tujuan wisata dapat disesuaikan dengan permintaan. 2. Harga paket tidak memikat sebelum kontrak kerja dilakukan. 3. Untuk mendapatkan fasilitas yang terbaik sebaiknya kontrak kerja dilakukan 100 hari sebelum hari H. 4. Pembayaran DP 35% saat kontrak kerja dilakukan, 30% H-7dan pelunasan H-3. “PALEMBANG – JAKARTA – BANDUNG – JOGJA – BALI” (10 Hari 4inap) Rp. 3.300.000,-/Pax Min. 33 Pax/Bus Rp. 3.100.000,-/PAX Min. 44 PAX/Bus WISATA TANAH LOT, DREAMLAND, JOGGER, TANJUNG BENOA, PANDAWA, PASAR SENI SUKOWATI, GALUH, CELUH, BOROBUDUR, PANTAI PARANGTRITIS, DAGADU JOGJA, TANGKUBAN PERAHU PALEMBANG – YOGYA – BANDUNG – JAKARTA (07 Hari 03 Malam Inap) Rp. 2.800.000,-/PAX Min. 30 PAX/Bus Rp. 2.350.000,-/PAX Min. 44 PAX/Bus RENCANA KEGIATAN OBJEK WISATA : ALUN-ALUN SELATAN, KERATON JOGJA, TAMAN SARI, PANTAI PARANGTRITIS, DAGADU JOGJA, OLEH-OLEH KHAS, KOTA GEDE, CANDI BOROBUDUR, TANGKUBAN PERAHU, CIBADUYUT PALEMBANG – BANDUNG - JAKARTA (05 Hari 02 Malam Inap) Rp. 2.350.000,-/PAX Min. 30 PAX/Bus Rp. 2.100.000,-/PAX Min. 44 PAX/Bus RENCANA KEGIATAN OBJEK WISATA : TANGKUBAN PERAHU, CIBADUYUT, CIATER, MONAS, ITC MANGGA DUA Bali & Komodo Island Tour 5 Days/ 4 Nights Rp. 8.300.000,- Per Orang (min 30 orang) Pesawat OBJEK WISATA : PULAU BIDADARI, PULAU KALONG, PULAU KELOR, PULAU RINCA, PULAU KOMODO, PANTAI KUTA, TANAH LOT Reservasi : 082306842516 (Bona)
23.17 | | 0 Comments
Cinta Anak Kepada Sang Ayah
Dunia anak memang dunia bermain. Namun, ternyata, anak-anak, umur balita, tidak hanya bisa bermain lho. Buktinya, balita umur empat tahun ini bisa bertindak "lebih dewasa" dari umurnya sehingga bisa menyelamatkan ayahnya. Adalah bocah perempuan bernama Cadance yang begitu berjasa bagi sang ayah. Cadance dengan berani berlari dalam gelap sejauh seperempat mil untuk mencari bantuan ke tetangganya saat melihat ayahnya terbaring pingsan. Dikutip dari Huffington Post, Selasa (29/10/2013), Chris Lucas dari Iron Mountain, Michigan, pingsan setelah kepalanya terbentur saat ia sedang melakukan bongkar muat besi tua dari truknya pada 15 Oktober lalu. Putri kecilnya yang saat itu bersamanya lantas berlari mencari pertolongan. Kepada TV6, Cadance mengatakan dirinya tahu sang ayah butuh bantuan karena tergeletak begitu saja di tanah dekat bagian belakang truknya. Setelah Cadance menceritakan kondisi ayahnya, si tetangga lantas menelepon ambulans, lalu Chris dibawa ke RS untuk mendapat perawatan. Beruntung Chris hanya menderita benjolan kecil di belakang kepalanya. Namun, menurut Chris, kondisinya bisa jadi lebih buruk jika putrinya tidak nekat berlari mencari bantuan. "Kebanyakan anak-anak akan duduk saja sampai orangtua mereka bangun," kata Chris. "Tapi, dia mengambil inisiatif untuk berjalan mencari bantuan meskipun hari sudah gelap," imbuhnya. Atas tindakan berani Cadance, Chris merasa sangat beruntung. Tidak pernah disangka, hidupnya diselamatkan oleh anaknya yang masih sekecil itu. "Dia pahlawan buat saya," ucap Chris.
01.18 | | 0 Comments
Rusun 24 Ilir Sebagai Lahan PSK?
Rumah Susun (Rusun) yang terletak di pusat kota tepatnya di Jalan K. Cek Syeh Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil sangat tidak layak huni. Parahnya rusun 24 ilir juga sebagai lahan Pekerja Seks Komersial (PSK) dimalam hari, khususnya di blok 44 dan 46.
Pantauan Bonaventura
Senin (11/11), kondisi rusun seluas 7 hektar tidak layak pakai. Lingkungan kumuh, dinding kusam, lahan yang sempit hanya 6 x 3 m, berbau menyengat, air yang dipakai tidak higienis, tangga naik sebagian berlumut dan pecah-pecah. Masyarakat penghuni rusun 24 ilir harus menata ruangan seefisien mungkin, karena bangunan 6 x 3 m telah meliputi ruang tamu, kamar, dapur dan kamar mandi.
Anak-anak pun tidak ada lahan untuk bermain, jika ingin bermain mereka menggunakan jalan yang sering di lewati motor maupun mobil, tanpa peduli dengan keselamatan mereka. Bahkan di beberapa tempat seperti blok 44 dan 46 sebagai tempat PSK melayani lelaki hidung belang.
Zulkarnain penghuni Rusun blok 14, mengatakan, sudah 4 tahun belum ada pembenahan dari pemerintah. Kondisi yang kumuh sering menimbulkan penyakit, namun harus tetap bertahan sebab harga sewa murah. “ Bapak hanya bisa bertahan di sini nak, sebab cuma membayar 200 ribu sebulan.
Karena di lantai 3. Kalau di lantai satu, membayar sekitar 400-450 ribu sebulan. Harapan bapak kepada pemerintah supaya dibenahi kembali keadaan rusun agar tersusun rapi tidak kumuh seperti ini, “ katanya.
Sedangkan pemilik blok 44, sebagai tempat PSK melayani nafsu lelaki hidung belang, yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan, sudah 5 tahun lebih setiap malam dijadikan lahan PSK melayani nafsu lelaki hidung belang. Sistem sewa diterapkan pemilik, setiap PSK menggunakan kamar.
“ Untuk harga saya terapkan Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu tergantung lamanya PSK melayani nafsu hidung belang. Fasilitasnya ya hanya tempat tidur dan kamar mandi, namun jika pengguna PSK memerlukan alat kontrasepsi seperti kondom juga saya sediakan, tapi pengguna PSK
membayar Rp 5 ribu untuk satu kondom, “ katanya.
Emil mahasiswa STMIK MDP saat melintas sekitar rusun 24 ilir, mengatakan, pemerintah harus lebih peka terhadap masyarakat kalangan bawah. Rusun 24 ilir memperjelek keindahan kota, letaknya pun di tengah kota. “ Seharusnya pemerintah membenahi rusun 24 ilir agar tidak terlihat kumuh seperti saat ini. Jadi keindahan kota terlihat, tanpa terganggu dengan lingkungan yang kumuh, “ ujar emil sambil menambahkan pemerintah juga harus menertibkan pemilik rusun yang menyewakan tempatnya sebagai tempat prostitusi.
02.41 | | 1 Comments
Syukurilah semua karunia Tuhan atas hidupmu
Pembaca yang budiman, senang rasanya saya saat ini bisa berjumpa dengan kalian Semua. pada saat ini saya ingin mengajak saudara sekalian melihat lika-liku kehidupan dari sesama kita, saat ini akan saya ilustrasikan melalui kisah nyata yang saya alami beberapa hari yg lalu. Penjual Koran yang Lumpuh dan berjalan dengan kursi roda suatu ketika tepatnya pada hari rabu yang lalu saya sudah memulai perjalanan pada pukul 06.00 wib dengan menggunakan sepeda motor. saya pun berkeliling kota palembang dengan melihat keramaian dan kemacetan di kota metropolis ini. tak terasa jam telah menunjukkan jam 09.10 wib dan terik matahari telah memancarkan sinarnya seperti api yang menyala, saya pun bergegas menuju perusahaan otobis yang terletak di Jl.M.Isa palembang. dalam perjalanan tepatnya di persimpangan yayasan IBA saya melihat ada seorang bapak-bapak yang telah renta berjalan dengan kursi rodanya sambil memangku tumpukkan koran untuk dijualnya. saya pun mengamati bapak tersebut dari kejauhan dan saya hentikan motor saya, saya melihat betapa susahnya bapak tersebut memutarkan roda pada kursi rodanya namun dengan penuh kesabaran bapak tersebut menekuni semuanya. saya pun melanjutkan perjalanan dan berhenti di depan sekolah kejuruan negeri yang berada tidak jauh dari yayasan IBA tersebut. saat bapak terebut melintas di depan saya, saya pun menyapanya "pagi pak", beliau pun menjawabnya dengan penuh keramahan "pagi juga nak, ada apa ya?" dengan rasa ingin tau kegigihan bapak ini akhirnya saya membeli media cetak dari kompas gramedia group, dan saya pun bertanya kepada bapak itu "kok bapak tidak beristirahat saja di rumah dengan kondisi bapak seperti ini?" dengan penuh senyum bapak itu menjawab "jika bapak di rumah juga mau ngapain nak, kondisi ekonomi yg terus meningkat. nak hidup ini harus lah di jalani, walaupun bapak lumpuh namun bapak ingin berbuat sesuatu dengan kekurangan yg bapak miliki dengan usaha bapak yakin segala kekurangan pasti bisa menjadi kelebihan, hanya rahmat dari yang Kuasa yg bapak harapkan" . "wah keinginan bapak sangatlah bagus, jarang-jarang saya menemui orang yang segigih bapak saat ini, hati-hati ya pak jalanan ramai"ungkap saya, bapak itu pun menjawab "iya nak" saudara yang terkasih terkadang kita sebagai manusia selalu terpaku akan kekurangan yang kita miliki akan tetapi mari kita melihat seperti bapak penjual koran yang ada dalam cerita di atas, ia yang selalu mensyukuri karunia Tuhan atas hidupnya ia tidak memikirkan orang mau berkata apa namun ia meyakini bahwa Rahmat Tuhan selalu ada di dekatnya. marilah kita berdoa : Tuhan yang Maha kasih dan penyayang, kami bersyukur atas hidup yg Kau anugrahkan kepada kami manusia atas nafas yang berharga dalam hidup kami. berikanlah kami kesadaran jika kami belum mampu menerima kekurangan yang kami miliki, namun sertailah kami agar kami mampu menghayati kekurangan kami menjadi suatu kelebihan bagi hidup kami masing terutama bagi sesama kami, Amin by : Bonaventura YDS
00.51 | | 0 Comments
Surat seorang ayah kepada putrinya dalam memilih pasangan
"Putriku, Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Seorang pria yang layak untukmu adalah pria yang tahu bahwa kamu adalah sosok yang menarik. Aku tidak peduli kalau ia meletakkan sikunya di meja makan, selama ia tidak bisa melepaskan pandangannya darimu dan terpesona saat melihat senyumanmu. Dan ia tidak bisa berhenti untuk membuatmu tersenyum setiap saat. Aku tak peduli kalau ia tidak bisa bermain golf bersamaku, asalkan ia bisa bermain dengan anak-anak yang kau berikan kepadanya. Mengalami setiap masa senang dan frustasi bersama-sama. Aku tak peduli dia punya tubuh yang kuat, asalkan dia punya semangat dan usaha yang kuat untuk tetap bisa ada di hatimu selamanya. Aku tak peduli kalau dia boros dan tidak pernah mengikuti dompetnya, asalkan ia selalu bisa mengikuti kata hatinya yang selalu menuntunnya untuk kembali padamu. Aku tak akan pernah peduli siapa yang akan dipilihnya di pemerintahan, asalkan saat ia bangun pagi ia selalu memilihmu dan menempatkanmu sebagai orang nomor satu di rumah dan di hatinya. Aku juga tak pernah peduli dengan warna kulitnya, selama ia selalu bisa mewarnai kanvas kehidupan kalian dengan pengorbanan, pengertian, kesabaran, dan kelembutan. Dan pada akhirnya sayangku, jika kau sudah menemukan pria seperti ini, aku akan menyetujuinya. Karena aku, ayahmu dan pria yang akan menjadi suamimu ini, punya satu kesamaan. Kami akan sama-sama punya satu hal yang paling penting dalam hidup kami, yaitu kau." by : Dr Kelly M. Flanagan,
00.50 | | 0 Comments
Museum Kalah Dengan Mal
PALEMBANG
- Bangunan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) berdiri kokoh sejak 25 tahun silam di pinggir Jl Merdeka, persis di samping Mesjid Agung. Ciri khasnya ada enam cagak (tiang) beton yang kokoh bertautan tiga-tiga di bagian samping kiri dan kanannya. Juga terpampang relief yang menggambarkan suasana pertempuran lima hari lima malam di kota Palembang melawan penjajah Belanda. Pantauan Bonavenura Sabtu (9/11), keadaan Monpera sepi dan tanpa kunjungan masyarakat. Hal itu menunjukkan perjuangan yang sia-sia dari pahlawan. Dengan membayar Rp 3 ribu (parkir dan tiket masuk.red) , masyarakat bisa masuk ke taman Monpera. Kondisi lantai di sebagian taman Monpera pecah-pecah, prasasti di bawah relief Garuda kusam, masih berserakkan sampah dari pohon di sekitar monumen. Barang peninggalan sejarah yang terdapat di taman Monpera seperti Main Battle Tank, gading gajah dan panser anoa masih terpasang rapi di gerbang masuk Monpera. Namun masyarakat yang ingin berkunjung ke museum Monpera harus mengurungkan niatnya, karena museum Monpera sedang dalam tahap renovasi dan ditutup untuk umum. Masyarakat hanya bisa berkunjung di taman Monpera saja. Andi penjaga museum Monpera, kepada Bonaventura menjelaskan, kunjungan sangat minim dari masyarakat. Museum Monpera berdiri kokoh dengan empat lantai di dalamnya. Di lantai satu terdapat juga foto masa perjuangan enam tokoh perang kemerdekaan seperti AK Gani, M Isa, Haji Abdul Rozak, Mayjen TNI H Bambang Utoyo, Brigjen TNI H Hasan Kasim dan Kolonel H Barlian. Di lantai dua disimpan 14 pucuk senjata di ruang khusus berdinding kaca. Sebagian besar merupakan hasil rampasan perang zaman sebelum kemerdekaan. Senjata yang disimpan seperti jenis pistol, senapan, kecepek, ranjau hingga alat pelontar bom yang kerap dipakai pejuang tempo dulu. Termasuk berbagai dokumen perang dan benda-benda bersejarah lainnya. Sedangkan lantai tiga terdapat patung yang merupakan replika wajah dari keenam pejuang kemerdekaan asal Sumatera Selatan. Juga koleksi pakaian dinas baik sipil maupun militer yang dipakai mereka dalam merebut kemerdekaan kala itu. Sementara lantai empat hanya dipakai untuk kantor. “ Museum peninggalan sejarah sudah ditinggalkan oleh masyarakat lantaran banyaknya mal seperti Carefour, PTC, PIM. Terkadang hanya wisatawan yang berkunjung ke museum ini. Seharusnya peninggalan sejarah harus mendapat respon dari masyarakat, karena mengenang jasa pahlawan yang rela berkorban untuk Indonesia, Palembang khususnya, “ jelasnya. Menurut Cecilia mahasiswi Stikes Perdhaki Charitas, mengatakan, peninggalan sejarah harus mendapatkan kunjungan dari masyarakat. Semakin banyak kunjungan dari masyarakat berarti masyarakat menghargai perjuangan pahlawan. Dengan adanya museum khususnya Monpera, masyarakat diajak untuk melihat perjuangan pahlawan sampai mengorbankan nyawa. “ Tanpa adanya peninggalan sejarah, kita tidak tau bagaimana perjuangan pahlawan untuk bangsa ini. Mereka yang memperjuangkan dan menjadi kewajiban kita untuk menjaga peninggalan sejarah. Harga yang sangat murah, hanya Rp 3 ribu, masyarakat sudah bisa melihat dan belajar tentang kejadian masa lampau, “ ujarnya. Berbeda dengan Agus pedagang keliling yang menjajakan dagangannya di sekitar monpera, mengatakan, tidak ada waktu untuk berkunjung ke museum atau peninggalan sejarah lainnya. Asal tau saja sejarah yang terjadi. “ Tidak ada guna berkunjung ke museum, isinya hanya itu-itu saja. Lebih baik mencari uang untuk hidup. Belajar tentang sejarah tidak harus berkunjung ke museum, asal kita tau saja, “ katanya.22.36 | | 0 Comments
Peninggalan Sejarah Jadi Bakar Sampah
Kota Palembang termasuk salah satu kota penuh sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda. Nilai historis terlihat dari beberapa monumen bersejarah di kota dengan icon Jembatan Ampera ini. Selain benteng Kuto Besak, di Palembang juga terdapat Monumen Perjuangan Rakyat dan Monumen Pertempuran Lima Hari Lima Malam. Pantauan Tribun Sumsel Kamis (7/11), tempat di mana Monumen Pertempuran Lima Hari Lima Malam berdiri. Monumen yang terletak di sisi kiri Jembatan Ampera ini terbangun dengan perjuangan pahlawan, kini keadaan monumen tidak terurus. Dinding monumen telah kusam, penuh coretan, bau pesing dan tidak terawat. Kondisi sekitar monumen kotor penuh dengan sampah. Mirisnya menjadi tempat bakaran sampah di belakang Monumen Pertempuran Lima Hari Lima Malam serta lahan berjualan oleh warga sekitar. Monumen ini tertutup dengan pohon besar, tidak ada lampu hias jika malam dan tidak ada perawatan sama sekali oleh pemerintah. Dalam sejarah Pertempuran Lima Hari Lima Malam merupakan upaya yang dilakukan Pasukan TRI, Lasykar dan Rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan di Kota Palembang. Terjadi pada tanggal 1 Januari 1947 sampai 5 Januari 1947, dalam pertempuran itu, pihak lawan menguasai udara dan perairan (air and sea superioritary). Karena superioritas itulah mereka dapat bertahan dan disinilah pula terletak kelemahan kita serta tidak mempunyai perhubungan yang modern. Pertempuran tiga matra dan perang terbesar dan terlengkap yang pertama kali kita alami. Namun pihak kita hingga akhir pertempuran masih dapat bertahan berkat semangat pengorbanan jiwa, jihad dan patriotisme yang besar dari para pejuang dan rakyat. Teguh warga sekitar yang melintas, mengatakan, monumen ini kurang perawatan. Pahlawan yang telah susah payah membuat monument tersebut, dengan mengorbankan nyawa mereka. Bahkan setiap tanggal 17 Agustus pun tidak ada perawatan oleh pemerintah. “ Wisatawan domestik ada yang berkunjung ke monument tersebut, bahkan mereka membersihkan monumen. Seharusnya pemerintah malu, jika melihat wisatawan yang membersihkan, “ katanya. Berbeda dengan Fransiska, karyawan rumah sakit swasta mengatakan, tidak mengetahui keberadaan monumen bersejarah tersebut. Seharusnya, pemerintah melakukan perawatan untuk peninggalan sejarah yang ada di Palembang. “ Peranan pemerintah harus berperan aktif menjaga peninggalan sejarah. Jangan dibiarkan saja, karena perjuangan para pahlawan begitu besar sampai mati. Dan pemerintah harus mensosialisasikan kepada masyarakat dengan caranya sendiri, agar masyarakat tau letak monument tersebut, “ kata kaka.
21.31 | | 0 Comments
STIVO MUSI Juara Paduan Suara Kopertis
Sekitar lebih dari 20 universitas dan Sekolah tinggi yang berada di Kota Palembang mengikuti Lomba Paduan Suara yang di adakan KOPERTIS II wilayah Sumatera Selatan khusus Perguruan Tinggi Swasta yang dimulai babak penyisihan Rabu 25 September 2012 bertempat di kantor KOPERTIS wilayah II jam 09.00 wib dan babak Final Kamis 26 September 2013 jam 09.00 wib bertempat di Hotel Sintesa Peninsula dekat Sekolah Kusuma bangsa palembang Peserta yang mengikuti lomba di antaranya : STIKES Perdhaki Charitas Palembang, STIE Musi Palembang, STMIK Palcomtech Palembang, STIKES Muhammadiyah Palembang, Universitas PGRI palembang, AkPer akbid Mulya Palembang, Universitas Bina Dharma palembang, Akper Abdurahman, Akper Aisyah, Universitas IGM, universitas IBA, Universitas Kader bangsa, Universitas taman siswa, Universitas Tridinanti, STIA Satya Negara, STIE Abdi Nusa, STIH Sumpah Pemuda dan masih banyak lagi. Persaingan demi persaingan mulai terjadi dan setiap peserta menunjukkan suara yang sampai membuat juri kebingungan untuk menentukan 10 besar dan melaju ke babak Final. Setelah persaingan di babak final berikut adalah para juara paduan suara yang di adakan oleh Kopertis Wilayah II Palembang : Juara 1 : STT/STIE (STIVO) Musi Palembang Juara 2 : STIKES Perdhaki Palembang Juara 3 : Universitas PGRI Palembang Harapan 1 : Akbid Budi Mulya Palembang Harapan 2 : STIKES Muhammadiyah Palembang Harapan 3 : STIH Sumpah Pemuda Palembang Menurut koordinator panitia Prof. Dr. Diah Natalisa, M.B.A. Yang sekaligus ketua Kopertis wilayah 2 mengatakan " kami memang sering mengadakan lomba untuk perguruan tinggi agar mampu melihat bakat dan kemampuan dari mahasiswa yang ada di perguruan tinggi di Palembang dan khusus paduan suara ini hanya perguruan tinggi swasta saja yang sebagai peserta, dan mereka smua tampil dengan baik dan bagus-bagus " ungkapnya Menurut Merry (25) pendamping paduan suara musi mengatakan " kami bersyukur bisa mengikuti lomba yang di adakan Kopertis wilayah 2 ini dan kami tetap optimis saja karena peserta lainnya juga cukup bagus dalam bernyanyi dan alhasil Puji Tuhan kami mampu menjadi yang terbaik, semua itu berkat usaha dan bantuan Tuhan atas kami " ungkapnya Menurut Cecil (22) pendamping paduan suara Perdhaki mengatakan " wah semua peserta tampil sangat bagus, kami awalnya sempat down apakah kami mampu masuk ke final dan harus bersaing bersama 20 peserta lainnya. Karena optimis kami pun mampu memasuki final dan saingan berat kami yaitu STIVO Musi,namun kami juga bersyukur atas usaha kami mendapatkan Runner Up atau juara 2. Kami juga berterima kasih kepada KOPERTIS wilayah 2 atas terselenggaranya acara ini " ungkapnya. Bonaventura YDS
04.23 | | 0 Comments
SeaGames XXVI in South Sumatera

Indonesia SEA Games 2011 will be held in 11 days from November 11, 2011 - November 22, 2011 in two host cities, Palembang and Jakarta with 542 gold medals to be competed through 44 sports.
Indonesia is set to host the 2011 SEA Games in the SEA Games Federation Council Meeting in Bangkok, Thailand 6 September 2006. This year is the fourth time for Indonesia to be host country for Southeast Asian countries sports festival after in SEA Games X 1979, SEA Games XV 1987, dan SEA Games XIX 1997.
As the main host, Palembang will concentrate the game in Jaka Baring Sports Complex which covers an area of 45 thousand square meters and also at the sports center Gelora Sriwijaya Palembang.
In Jakarta, competition venues will be centered in Bung Karno Main Stadium (SUGBK). This stadium is the largest and oldest stadium in Indonesia which is very historic for the people of Indonesia which is located in the capital of Jakarta and has seating capacity of about 88 thousand spectators. Currently, Bung Karno Regions stood wide range of facilities for sporting activities in 36 Venues, Politics, Business, Recreation and Tourism.
SEA Games Organizing Committee or commonly abbreviated as INASOC stated there are four keys of success to be addressed during this Southeast Asia countries sport festival, that are the successful of achievement, successful of management, successful of legacy and that no less important is the successful of democratic economy.
For the SEA Games to be memorable especially for Indonesia and all participating countries, one of the impressions building efforts is done by specifying a logo that depicts Eagle with the philosophy of "Garuda Flight above Indonesia Nature?. As a symbol of the country, Garuda in the global sphere is well known and directly associated with Indonesia.
SEA Games Organizing Committee (INASOC) ensures that they will make the 26th SEA Games memorable also by choosing November 11, 2011 or 11/11/11 to hold the opening ceremony. The opening and closing ceremonies will be spectacularly managed along the banks of the Musi River and historic building, Kuto Besak Fort.
List of Sport to be competed in Indonesia 26th South East Asian Games November 11th – November 22th, 2011.
No. Sports
1. Aquatics
2. Archery
3. Athletics
4. Badminton
5. Baseball
6. Basketball
7. Billiards & Snooker
8. Bowling
9. Boxing
10. Bridge
11. Canoeing
12. Chess
13. Cycling
14. Equestrian
15. Fencing
16. Fin Swimming
17. Football
18. Futsal
19. Golf
20. Gymnastic
21. Judo
22. Karate
23. Paragliding
24. Pencak Silat
25. Petanque
26. Roller Sports
27. Rowing
28. Sailing
29. Sepaktakraw
30. Shorinji Kempo
31. Shooting
32. Softball
33. Soft Tennis
34. Table Tennis
35. Taekwondo
36. Tennis
37. Traditional Boat Race
38. Volleyball
39. Vovinam
40. Wall Climbing
41. Water Ski
42. Weightlifting
43. Wrestling
44. Wushu
List of Sport and Venues in Two Host Cities of Indonesia 26th South East Asian Games November 11th – November 22th, 2011.
DKI Jakarta
1. Archery Lapangan Panahan, GBK, Senayan
2. Aquatics Open Water Swimming Pulau Putri
3. Badminton Istora Stadium
4. Basketball GOR Basket Sport Mall Kelapa Gading
5. Bowling Bowling Jaya Ancol
6. Canoeing Cipule, Jawa Barat
7. Cycling Track Velodrome, Rawamangun
Cycling BMX Ancol
Cycling Road Race Subang Road
Cycling MTB Sentul, Gunung Pancar
8. Equestrian Arthayasa, Depok
9. Fencing Balairung UI, Depok
10. Football Stadion Utama Senayan
11. Futsal POPKI Sport Hall Cibubur
12. Golf Jagorawi Golf Country Club Cimanggis, Bogor
13. Judo Gedung Judo, Kelapa Gading
14. Karate Tennis Indoor Senayan
15. Paragliding Gunung Mas, Puncak
16. Pencak Silat Padepokan Pencak Silat, TMII
17. Rowing Cipule, Jawa Barat
18. Sailing Pantai Marina Ancol
19. Shorinji Kempo Ciracas Sport Hall
20. Table Tennis Hall A GMSB, Kuningan
21. Taekwondo POPKI Sport Hall Cibubur
22. Traditional Boat Race Cipule, Jawa Barat
23. Vovinam Gelanggang Remaja Kec. Tanjung Priok, Kel. Sunter Agung
24. Wushu Tennis - Indoor Senayan
Sumatera Selatan
1. Athletics Jakabaring Complex
2. Aquatics Diving Jakabaring Complex
Aquatics Swimming Jakabaring Complex
Aquatics Synchronize Jakabaring Complex
Aquatics Water Polo Kolam Lumban Tirta
3. Baseball Jakabaring Complex
4. Billiards & Snooker Arena Billiard Jakabaring
5. Boxing Gedung Basket Indoor Kampus
6. Bridge Hotel Swarna Dwipa
7. Chess Hotel Jayakarta
8. Fin Swimming Jakabaring Complex
9. Football Jakabaring Complex
10. Gymnastics Jakabaring Complex
Artistik dan Ritmik Ranau Gymnastic Hall
Aerobik Dempo Hall
11. Petanque Jakabaring Complex
12. Roller Sport Jakabaring Complex
13. Sepak Takraw SPC Jakabaring
14. Shooting Jakabaring Complex
15. Softball Jakabaring Complex
16. Soft Tennis Jakabaring Complex
17. Tennis Jakabaring Complex
18. Volley Indoor Sport Hall Sriwijaya (GOR Kampus)
Volley Beach Jakabaring Complex
19. Wall Climbing Jakabaring Complex
20. Water Ski Jakabaring Complex
21. Weightlifting GOR Dempo Jakabaring
22. Wrestling Gedung Serba Guna Jakabaring
05.36 | | 0 Comments
Bonaventura Wisata
ASURANSI
Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Asuransi Perjalanan Jasindo
KONSUMSI
Snack : Diberikan satu kali pada saat keberangkatan
Minuman : Kami sajikan air mineral kemasan botol 600 ml.
Makan : Kami sajikan makanan prasmanan atau box
FASILITAS TAMBAHAN
1. P3K Antisipasi kesehatan peserta selama perjalanan
2. Spanduk untuk foto bersama
3. Tour Leader / Tour Guide
4. Kami berikan supir khusus Pariwisata
KONDISI TOUR
Biro perjalanan “KASIH Tour and Travel” Menanggung seluruh akomodasi meliputi :
1. Bus Pariwisata selama perjalanan dengan fasilitas: Kapasitas seat sesuai
permintaan,AC,Tape, Microphone,TV,DVD,Karaoke,Selimut,Cas HP dengan crew yang
ramah dan sopan
2. Hotel dengan kapasitas 3 atau 4 orang per kamar
3. Makan pagi,siang dan malam yang disajikan secara prasmanan kecuali kondisi
yang tidak memunginkan disajikan dalam box
4. Biaya masuk objek wisata
5. Asuransi dengan besar pertanggungan Rp.50.000.000,- / orang
6. Snack saat keberangkatan
7. Selama kegiatan didampingi Tour Leader / Guide
8. Air mineral (600ml)
9. Spanduk digital printing 3M dan plakat/cinderamata
10. Jaket
NON KONDISI
Biro perjalanan “KASIH Tour and Travel” tidak menanggung” hal-hal meliputi :
1. Biaya makan dan minum tambahan diluar yang disajikan
2. Fasilitas hotel yang berbeda
3. Tour tambahan
4. Biaya lain yang disebabkan oleh Force Majors
PAKET WISATA
TOUR DE PALEMBANG – PADANG 5H4M
WISATA
Pantai Padang, Jembatan Sitinurbaya, Teluk Bayur, Gua Jepang, Jam Gadang,Pasar Atas,Lembah Harau, Danau Kembar Pemandian Batang Tabik
HARGA
• Rp. 1.860.000,- /Pax Min 30 pax/Bus
• Rp. 1.750.000,- /Pax Min 40 pax/Bus
• Rp. 1.530.000,- /Pax Min 50 pax/Bus
TOUR DE BANDUNG – BOGOR 5H4M
WISATA
Jungle Water Park, Tajur,Taman Buah Mekar Sari, Cibaduyut, Cihampelas, Gunung Tangkuban Perahu, Pemandian air panas Ciater.
HARGA
• Rp. 1.650.000,- /Pax Min 30 Orang
• Rp. 1.550.000,- /Pax Min 40 Orang
• Rp. 1.450.000,- /Pax Min 50 Orang
TOUR DE JAKARTA – BANDUNG – JOGJA 8H7M
WISATA
Dunia Fantasi, Gunung Tangkuban Perahu, Cihampelas, Cibaduyut, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Malioboro, Pantai Parangtritis, Kota Gede, Kraton Jogjakarta, Oleh-oleh Khas.
HARGA
• Rp. 2.080.000,- /Pax Min 30 Orang
• Rp. 1.970.000,- /Pax Min 40 Orang
• Rp. 1.750.000,- /Pax Min 50 Orang
TOUR DE JAKARTA – JOGJA – BALI 10H9M
WISATA
Dunia Fantasi, Candi Borobudur, Kota Gede, Kraton Jogjakarta, Malioboro, Pantai Kuta, Joger, Dreamland, Tari Barong, Uluwatu, Tanjung Benoa, Kresna, Garuda Wisnu Kencana, Dewata, Celuk,Kintamani, Sukowati,Oleh-oleh khas.
HARGA
• Rp. 2.740.000,- / Pax Min 30 Orang
• Rp. 2.630.000,- / Pax Min 40 Orang
• Rp. 2.410.000,- / Pax Min 50 Orang
TOUR DE JAKARTA – BANDUNG - JOGJA – BALI 8H7M
( Via Pesawat )
WISATA
Dufan,Gunung Tangkuban Perahu,Cihampelas, Candi Prambanan,Malioboro,Kota Gede, Tanah Lot, Kuta, Joger, Dreamland, GWK, Krisna, Uluwatu, Galuh, Celuk, Tanjung Benoa.
Harga
Rp 3.800.000/pax
* Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
by : Admin..
06.59 | | 0 Comments
Kata Rosario ditemukan pertama kali dalam tulisan tahun 1327. Rosarium artinya taman mawar. Maria adalah simbol kecantikan, bagaikan mawar yang tetap mekar di musim dingin, memancarkan keindahan dari antara duri-duri dan memberikan kesembuhan batin. Kemudian abad XVII rangkaian mazmur Bunda Maria disebut Rosarium atau Rosario. Entah tasbih (rosario) terbuat dari emas atau kayu, atau bahan lain, sudah diberkati oleh imam atau belum, tidak mempengaruhi daya guna doa, karena itu hanyalah sarana untuk menghitung.
Rosario dan Mazmur
Bentuk dan rumusan doa rosario yang kita kenal saat ini merupakan proses sejarah yang sangat panjang. Asal-usul Doa Rosario tidak terlepas dari sejarah panjang kesalehan umat Kristiani. Dalam Alkitab kita mengenal adanya 150 Mazmur yang disebut sebagai Mazmur Daud. Mazmur-mazmur ini menjadi bahan doa yang sudah dipakai umat Yahudi sebelum kelahiran Kristus. Kebiasaan membaca Kitab Suci dan mendoakan Mazmur berlangsung terus di kalangan para rahib dan pertapa. Mereka mengisi hari-harinya dengan doa, meditasi dan membaca Kitab Suci termasuk membaca 150 Mazmur setiap hari. Sekitar tahun 800an para rahib Irlandia membagi mazmur-mazmur itu dalam tiga kelompok lima puluhan yang dikenal dengan istilah na tri coicat (tiga lima puluhan).
Setelah berakhirnya zaman penganiayaan (melalui Edikta Milan tahun 312) kaum awam pun ingin mengadakan doa bersama. Namun sayangnya, tidak semua orang dapat membaca mazmur, karena kebanyakan masih buta huruf. Untuk mengatasi kesulitan tersebut dicarilah bentuk doa populer, singkat dan sederhana agar umat pun dapat berpartisipasi dalan doa bersama. Usaha inilah yang menjadi awal mula pendarasan 150 mazmur menjadi 150 Bapa Kami atau Salam Maria.
Rosario dari abad ke abad
Ke 150 doa Bapa Kami dikenal sebagai ‘mazmur kecil’ atau little psalter. Sebagai alat bantu mereka menggunakan 150 biji-bijian atau kerikil di sakunya, atau membuat simpul-simpul kecil dari tali. Kemudian timbul alat bantu berupa tasbih untuk menghitung jumlah doa mereka.
Sejalan dengan perkembangan devosi kepada bunda Maria, pada abad XI pendarasan 150 doa Bapa Kami diganti dengan 150 Salam Maria. Ke 150 Salam ini dikenal sebagai ‘Mazmur Santa Perawan Maria’ atau Mary’s Psalter. Doa Salam Maria didaraskan berulang-ulang dan dibagi dalam format tiga lima puluhan atau na tri coicat.
Pada abad XII pendarasan Salam Maria dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa hidup Yesus dan Maria. Misal-nya 15 Salam Maria untuk mengenang 15 kegembiraan Maria, 7 Salam Maria untuk mengenang 7 duka Maria, 33 Salam Maria untuk mengenang 33 tahun umur Yesus dan 63 SalamMaria untuk mengenang umur Maria yang konon mencapai 63 tahun.
Pada abad XIV seorang rahib Kartu-sian dari Rhineland bernama Henricus Kalkar mengusulkan pembagian 150 Salam Maria ke dalam tiap dekade (sepuluhan) yang dipisahkan dengan satu Bapa Kami. Biarawan Kartusian menye-barkan metode ini ke Inggris dan dari Inggris menjadi praktek umum di berbagai negara.
Tahun 1470 seorang Dominikan dari daerah Bertagne Perancis bernama Alain de la Roche mendirikan perserikatan doa rosario yang pertama. Perserikatan ini ke-mudian menyebar ke seluruh Eropa dan sangat berjasa dalam usaha mempopu-lerkan kebiasaan berdoa rosario di kalangan umat.
Unsur-Unsur Doa Rosario
Praktek doa rosario di kalangan umat dewasa ini umumnya dibuka dengan Syahadat Para Rasul, tiga Salam Maria untuk menghormati hubungan Bunda Maria dengan Allah Tritunggal lalu dilanjutkan dengan pendarasan peristiwa-peristiwa. Setiap peristiwa terdiri atas satu kali Bapa kami disusul dengan 10 Salam Maria dan ditutup dengan Kemuliaan kepada Allah Tritunggal. Rumusan ini merupakan hasil proses panjang. Syahadat Para Rasul baru dirangkaikan menjadi bagian Rosario pada abad XV. Dikatakan bahwa ke lima puluh Salam Maria bersama Bapa Kami membentuk kalung mawar dan Syahadat Para Rasul merupakan simpai atau pengikatnya.
Bapa Kami merupakan warisan doa dari Yesus sendiri (lihat Lukas 11:1-4). Sedangkan Doa Salam Maria merupakan proses perubahan yang panjang. Bagian pertama berasal dari kata-kata Malaikat Gabriel dalam peristiwa anunsiasi: “Salam hai engkau yang terberkati, Tuhan sertamu.” (Luk1: 28).
Dan ungkapan yang keluar dari mulut Elisabeth, “Terpujilah Engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu.” (Luk 1;42). Dua kalimat biblis ini membentuk doa Salam Maria bagian pertama.
Bagian kedua baru muncul pada abad XIII. Pada masa itu ada kebiasaan untuk menambahkan doa kepada Bunda Maria dalam doa-doa devosi, yaitu berupa seruan yang diulang-ulang: Doakanlah kami.atau ‘Santa Maria Bunda Allah doakanlah kami’. Lama kelamaan seruan ini berkembang menjadi suatu permohonan untuk mendapatkan perlindungan Bunda Maria pada saat ajal tiba, sehingga ru-musannya menjadi: Santa Maria Bunda Allah doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati. Amin.
Peristiwa-peristiwa dalam Rosario
Umat Katolik Indonesia mengenal pembagian Rosario atas peristiwa-peristiwa, yang merupakan terjemahan dari kata Yunani misterion yang berarti realitas rahasia. Demikian pun setiap peristiwa dalam kehidupan Yesus merupakan misteri. Mula-mula terdapat 150 peristiwa, yang kemudian dikurangi menjadi 15 peristiwa. 15 peristiwa itu dibagi dalam tiga lima puluhan untuk merenungkan penjelmaan Yesus menjadi manusia (peristiwa gembira), kesengsaraan dan wafat Yesus (peristiwa sedih) serta kemuliaan Yesus yang bangkit (peristiwa mulia). Kemudian Paus Yohanes Paulus II, melalui surat apostolic Rosarium Virginis Mariae menambah satu lagi misteri yaitu yang berkaitan dengan kehidupan Yesus di depan umum atau peristiwa terang.
04.32 | | 0 Comments
05.18 | | 0 Comments
Kasih Wisata
Palembang
1. Palembang – Pagar Alam 3H2M
Rp. 720.000,-
Objek Wisata :
Gunung Gare, Air Terjun Bayang, Air terjun lematang, Oleh-oleh, Situs Megalit
2. Palembang – Lampung 4H 3M
Rp. 820.000,-
Objek Wisata :
Pantai Mutun, Pantai Pasir Putih, Lembah Hijau, Taman Kedaton, , Oleh-oleh, Kalianda Resort.
3. Palembang – Padang 5H4M
Rp. 1.320.000,-
Objek Wisata :
Pantai Padang, Jembatan Sitinurbaya, Teluk Bayur,Istana Pagaruyung, Gua Jepang, Jam
Gadang,Pasar Atas,Lembah Harau, Ikan Dewa,Danau Kembar ,Pemandian Batang Tabik
4. Palembang – Jakarta – Bogor 5H4M
Rp. 1.470.000,-
Objek Wisata :
Dunia Fantasi, Taman Safari, Taman Matahari, Outlet, Out bond di Taman Buah Mekarsari.
5. Palembang – Jakarta – Bandung 7H6M
Rp. 1.570.000,-
Objek Wisata :
Monumen Nasional, Dunia Fantasi,Mangga Dua, TMII, Saung UDJO, Ciater, Gunung Tangkuban Perahu,
Cibaduyut, Cihampelas, Oleh-oleh khas.
6. Palembang – Jakarta – Bandung – Jogja 8H7M
Rp. 1.820.000,-
Objek Wisata :
Dunia Fantasi, Gunung Tangkuban Perahu, Cihampelas, Cibaduyut, Candi Prambanan, Candi
Borobudur, Malioboro, Pantai Parangtritis, Kota Gede, Kraton Jogjakarta, Oleh-oleh Khas.
7. Palembang – Jakarta – Jogja – Bali 10H9M
Rp. 2.420.000,-
Objek wisata :
Dunia Fantasi, Candi Borobudur, Kota Gede, Kraton Jogjakarta, Malioboro, Pantai Kuta, Joger,
Dreamland, Tari Barong, Uluwatu, Tanjung Benoa, Kresna, Kintamani, Jimbaran, Sukowati,Oleh-oleh
khas.
BIAYA TOUR SUDAH TERMASUK :
1.Bus Pariwisata
Fasilitas: Bis AC, Rec. Seat 45, LCD TV 21” & 18”, DVD, Tape, Mic, Toilet, Selimut, Interior
Lux, Safty Hammer Glass, APAR, Pintu Darurat EURO III, Body Adhi Putro New Travego Z Special
Edition.
2.Hotel AC
3.Makan Makan pagi, siang & malam disajikan secara prasmanan, kecuali kondisi yang tidak
memungkinkan disajikan dalam box.
4.Tiket masuk Gerbang Utama objek wisata
5.Selama kegiatan didampingi Tour Leader / Guide.
6.Asuransi kecelakaan dengan besar pertanggungan Rp. 50.000.000,- /orang
7.Sepanduk Digital Printing 3 M
8.Air minum botol tanggung/hari/orang
BIAYA TOUR TIDAK TERMASUK :
1. Pengeluaran pribadi
2. Fasilitas hotel yang berbeda
3. Tambahan biaya di luar paket Tour
4. Makan diluar yang disajikan
5. Loundry
*Harga dapat Berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
Palembang, Juli 2011
Bonaventura
Marketing
05.56 | | 0 Comments
Pertanyaan Seorang Anak Kecil
Ada seorang anak kecil bertanya padaku di saat aku sedang beristirahat di sela latihan persiapan hari besar : “Kak,napa kok di dunia ini ada kehidupan dan kematian ya??trus napa juga di dunia ini ada kasih sayang dan pertikaian, ada cinta kasih dan perceraian, ada perdamaian dan perselisihan..
Q pengen di dunia ini hanya ada suatu kehidupan yang di dalamnya ga da yang namanya pertengkaran,perselisihan,permusuhan,pembunuhan,pertikaian, apa lagi yang namanya perceraian…
Dalam hati kecil q pun menjawab,”waduh ni anak udh luas banget pikirannya..”
Lalu q pun menjawab “adek,itulah hidup…hidup itu pula,bisa di ibaratkan sperti air yg mengalir,,di saat air itu mengalir dg tenang..disaat itulah kedamaian di rasakan,,di saat air itu mengalir dan menerjang bebatuan,,di saat itulah hidup yg penuh kebimbangan,,kebimbangan dalam memilih sesuatu dlm hidup..memilih yang terbaik dlm setiap keputusan..dan di saat air berubah menjadi gelombang,,di saat itulah pertikaian terjadi..cz apa..cz air yang telah menjadi gelombang ia bisa memusnahkan apa yg ia hempaskan…air bisa menenangkan tapi juga bisa menghanyutkan…begitu pula dengan kehidupan ini…
Hidup ini pun bsa menjadi kebahagiaan bagi diri kita sendiri tapi bisa juga menjadi kebimbangan dlm mengambil apa yg ada..
Dan soal hidup serta kematian…sebagai seorang yang beriman seharusnya kita memaknai kehidupan dan kematian menjadi hal yg sangat berkaitan..mengapa saya berbicara spt itu?cz qt hidup hanyalah sebatas perantauan .. dimana Tuhan “mengusir” qt untuk mencari dan merasakan apa yg ada dlm dunia ini…dan hanya Tuhanlah yg berhak mengambil qt kembali dr dunia ini…seperti anak ayam yang baru beberapa hari menetas dan bisa mencari makan sndiri..anak ayam tsb di lepas dari induknya..akan tetapi jika induknya merasa kwatir dg anaknya,,sang induk pun mencari anaknya tersbut dan “mengambilnya”atau menjaganya….
Itulah kehidupan…hidup hanyalah sebatas perantauan kita..dan kematian itu adalah suatu kehidupan abadi di mana kita akan hidup selamanya bersama Tuhan yang telah menciptakan kita…
Lihatlah di mana ada kematian di situ pasti ada kehidupan….low ga percaya datengin ya adek ke pemakaman Umum dan rumah sakit bersalin dalam 1 hari secara bersamaan….itulah hidup dan kematian…mereka ada saling keterkaitan..
Jadi jangan menyia-nyiakan hidup ini…dan kesempatan dalam hidup ini hanya ada 1x…ok dek??”
“ok deh kak”jawab anak kecil itu…
Aku pun terheran akan pertanyaan yang di lontarkan anak kecil itu….
05.44 | | 0 Comments
Simbol-simbol Paskah dan Maknanya
oleh: Romo Francis S. Weiser
ANAK DOMBA PASKAH
Di antara simbol-simbol Paskah yang populer, anak domba adalah yang paling penting dalam perayaan agung ini. Anak Domba Paskah, yang melambangkan Kristus, dengan bendera kemenangan, dapat dilihat dalam lukisan-lukisan yang dipasang di rumah-rumah keluarga Eropa. Doa paling kuno untuk pemberkatan anak domba ditemukan dalam buku ritual abad ketujuh biara Benediktin di Bobbio, Italia. Dua ratus tahun kemudian Roma mempergunakannya dan sesudah itu, selama berabad-abad kemudian, menu utama santap malam Paus pada Hari Raya Paskah adalah anak domba panggang. Setelah abad kesepuluh, sebagai ganti anak domba utuh, disajikan potongan-potongan daging yang lebih kecil.
Tradiri kuno anak domba Paskah juga mengilhami umat Kristiani untuk menyajikan daging anak domba sebagai hidangan populer pada masa Paskah. Hingga sekarang, daging anak domba disajikan sebagai menu utama Minggu Paskah di berbagai daerah di Eropa timur. Tetapi, seringkali bentuk-bentuk anak domba kecil terbuat dari mentega, roti atau pun gula-gula menggantikan sajian daging anak domba, dan menjadi hidangan utama jamuan Paskah.
Di abad-abad yang silam, dianggap merupakan suatu tanda keberuntungan jika orang menjumpai anak domba, teristimewa pada masa Paskah. Merupakan takhayul populer bahwa iblis, yang dapat mengambil wujud segala macam binatang, tidak pernah diperkenankan menampakkan diri dalam wujud anak domba karena simbol religiusnya.
TELUR PASKAH
Telur Paskah berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa. Bagi para leluhur kita yang belum mengenal ajaran Kristiani, sungguh merupakan peristiwa yang menakjubkan menyaksikan suatu makhluk hidup yang baru muncul dari suatu obyek yang tampaknya mati. Bagi mereka, telur merupakan simbol musim semi. Di masa silam, di Persia, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat equinox musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru.
Pada masa Kristen, telur mendapatkan makna religius, yaitu sebagai simbol makam batu darimana Kristus keluar menyongsong hidup baru melalui Kebangkitan-Nya. Selain itu ada alasan yang sangat praktis menjadikan telur sebagai tanda istimewa sukacita Paskah, yaitu karena, dulu, telur merupakan salah satu makanan pantang selama Masa Prapaskah. Kaum beriman sejak awal telah mewarnai telur-telur Paskah dengan warna-warna cerah, meminta berkat atasnya, menyantapnya, serta memberikannya kepada teman dan sahabat sebagai hadiah Paskah.
Tradisi telur Paskah berkembang di antara bangsa-bangsa Eropa utara dan di Asia segera sesudah mereka masuk Kristen. Tetapi, di antara bangsa-bangsa Eropa selatan, dan dengan demikian juga di Amerika Selatan, tradisi telur Paskah tidak pernah menjadi populer.
Ritual Romawi mempunyai tata cara khusus untuk pemberkatan telur-telur Paskah:
“Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, untuk menganugerahkan berkat-Mu atas telur-telur ini, menjadikannya makanan yang sehat bagi umat beriman, yang dengan penuh syukur menyantapnya demi menghormati Kebangkitan Tuhan kami Yesus Kristus.”
Pada abad pertengahan, menurut tradisi telur-telur dibagikan pada Hari Raya Paskah kepada semua pelayan. Terdapat catatan bahwa Raja Edward I dari Inggris (1307) memerintahkan agar 450 butir telur direbus menjelang Paskah, diberi warna atau dibungkus dengan daun keemasan, yang kemudian akan dibagi-bagikannya kepada seluruh anggota keluarga kerajaan pada Hari Raya Paskah.
Telur Paskah biasanya dibagikan kepada anak-anak sebagai hadiah Paskah bersama dengan hadiah-hadiah lain. Kebiasaan ini berakar kuat di Jerman di mana telur-telur disebut “Dingeier” (telur-telur yang “dihutang”). Anak-anak tidak berlambat dalam menuntut apa yang “dihutang” dari mereka, dan dengan demikian berkembanglah berbagai macam pantun di Perancis, Jerman, Austria dan Inggris, di mana anak-anak, bahkan hingga sekarang, menuntut telur-telur Paskah sebagai hadiah mereka. Berikut adalah salah satunya yang berasal dari Austria:
Kami menyanyi, kami menyanyi lagu Paskah:
Tuhan membuatmu sehat, kuat dan pintar.
Penyakit dan badai dan segala yang jahat
kiranya jauh dari kerabat, dan ternak dan ladang.
Sekarang, berilah kami telur,
yang hijau, yang biru dan yang merah;
jika tidak, anak-anak ayammu akan mati semuanya.
Di beberapa daerah di Irlandia, anak-anak mengumpulkan telur-telur angsa dan bebek sepanjang Pekan Suci, untuk diberikan sebagai hadiah pada Minggu Paskah. Sebelumnya, pada Minggu Palma, mereka membuat sarang-sarang kecil dari batu, dan sepanjang Pekan Suci mereka mengumpulkan sebanyak mungkin telur, menyimpannya dalam sarang-sarang batu mereka yang tersembunyi. Pada Minggu Paskah, mereka memakan semuanya, membaginya dengan anak-anak lain yang masih terlalu kecil untuk mengumpulkan telur-telur mereka sendiri.
Orang-orang dewasa juga memberikan telur-telur sebagai hadiah di Irlandia. Jumlah telur yang akan dihadiahkan ditentukan menurut peribahasa kuno di kalangan rakyat Irlandia: “Satu telur untuk pria sejati; dua telur untuk pria terhormat; tiga telur untuk yang miskin; empat telur untuk yang termiskin [pengemis].”
Di kebanyakan negara, telur-telur diberi warna polos dengan pewarna dari tumbuh-tumbuhan. Di kalangan orang Chaldean, Syria dan Yunani, kaum beriman saling menghadiahkan telur-telur berwarna merah demi menghormati darah Kristus. Di daerah-daerah di Jerman dan Austria, hanya telur-telur berwarna hijau saja yang dipergunakan pada Hari Kamis Putih, tetapi telur-telur yang berwarna-warni dipergunakan selama perayaan Paskah. Orang-orang Slavic membuat pola-pola istimewa dengan emas dan perak. Di Jerman dan di beberapa negara Eropa tengah, telur-telur yang dipergunakan untuk memasak hidangan Paskah tidak dipecahkan, melainkan ditusuk dengan jarum di kedua ujungnya, lalu isinya dikeluarkan dengan meniupnya ke dalam mangkok. Kulit-kulit telur kosong diberikan kepada anak-anak untuk dipergunakan dalam berbagai macam permainan Paskah. Di beberapa daerah di Jerman, kulit-kulit telur kosong tersebut digantungkan pada semak-semak dan pohon sepanjang Pekan Paskah, mirip pohon Natal. Orang-orang Armenia menghiasi kulit telur kosong mereka dengan gambar-gambar Kristus yang Bangkit, Bunda Maria, dan gambar-gambar religius lainnya, untuk diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah Paskah.
Berbagai Permainan Menggunakan Telur
Masa Paskah merupakan masa bermain-main dengan telur di seluruh daratan Eropa. Lomba telur tumbuk dengan berbagai macam variasinya banyak dilakukan di Syria, Iraq, dan juga Iran. Di Norwegia, permainan itu disebut knekke (ketuk). Di Jerman, Austria dan Perancis, telur yang direbus keras digelindingkan di lapangan atau bukit dan saling diadu; telur yang tetap tak retak hingga akhir dinyatakan sebagai “telur kemenangan”. Permainan ini amat digemari di Amerika lewat pesta telur gelinding di lapangan Gedung Putih di Washington.
Tradisi umum lainnya di antara anak-anak adalah perlombaan mencari telur, baik di dalam rumah maupun di kebun pada hari Minggu Paskah. Di Perancis, anak-anak mendengarkan dongeng bahwa telur-telur Paskah dijatuhkan dari lonceng-lonceng gereja dalam perjalanan mereka kembali dari Roma. Di Jerman dan Austria, keranjang-keranjang kecil berisi telur, kue-kue serta permen diletakkan di tempat-tempat tersembunyi, dan anak-anak percaya bahwa kelinci Paskah, yang juga begitu populer di negeri ini, telah meletakkan telur-telur itu beserta permennya.
Di Rusia dan Ukrainia dan juga Polandia, orang memulai santapan Paskah mereka dengan penuh sukacita setelah masa puasa Prapaskah yang panjang dengan sebutir telur yang telah diberkati pada hari Minggu Paskah. Sebelum duduk makan, sang bapak akan dengan hati-hati membagikan sepotong bagian kecil dari telur Paskah kepada setiap anggota keluarga dan para tamu, sembari mengucapkan selamat berbahagia di hari yang kudus ini. Sebelum mereka memakan telur bagian mereka dalam keheningan, mereka tidak akan duduk untuk menyantap jamuan Paskah mereka.
KELINCI PASKAH
Kelinci Paskah berasal dari tradisi kesuburan masyarakat sebelum masa Kristiani. Kelinci merupakan binatang yang paling subur menurut para leluhur, karenanya kelinci dipergunakan sebagai simbol kehidupan baru yang melimpah di masa musim semi. Kelinci Paskah tidak pernah mempunyai makna religius dalam perayaan Paskah, meskipun dagingnya yang putih, kadang-kadang, dikatakan melambangkan kemurnian dan tanpa cela. Gereja tidak pernah memberikan pemberkatan istimewa bagi kelinci. Namun demikian, kelinci mendapat peran yang menyenangkan dalam perayaan Paskah sebagai tokoh legenda penghasil telur-telur Paskah bagi anak-anak di berbagai negara. Di berbagai daerah di Jerman, dipercaya bahwa kelinci Paskah meletakkan telur-telur merah pada hari Kamis Putih dan telur-telur berbagai macam warna pada malam sebelum Minggu Paskah. Kelinci-kelinci Paskah dalam bentuk kue-kue dan gula-gula mulai populer di Jerman selatan, dan sekarang kue dan gula-gula tersebut amat disukai anak-anak di berbagai macam negara.
BABI
Jangan melupakan si babi yang memberikan dagingnya sebagai hidangan dalam jamuan Paskah tradisional. Babi selalu melambangkan keberuntungan dan kemakmuran di kalangan orang-orang Indo-Eropa. Sisa-sisa pemakaian simbol kuno ini masih tetap hidup di jaman kita sekarang. Celengan anak-anak dalam bentuk babi misalnya, merupakan perwujudan dari tradisi kuno ini.
Merupakan tradisi yang diwariskan turun-temurun dari masa sebelum masa Kristiani, untuk makan daging babi dalam berbagai perayaan. Orang-orang Inggris dan Skandinavia menyantapnya, orang-orang Jerman dan Slavia menyantap daging babi panggang pada Hari Raya Natal. Juga, di berbagai wilayah di Eropa, daging babi panggang masih tetap merupakan jamuan utama tradisional dalam pesta pernikahan dan dalam perayaan-perayaan. Pada masa Paskah, ham asap, juga daging anak domba, menjadi santapan sebagian besar bangsa Eropa sejak masa silam, serta merupakan menu Paskah tradisional di berbagai wilayah.
sumber : “Easter Symbols and Food” taken from The Easter Book by Fr. Francis S. Weiser; www.intermirifica.org
20.35 | | 0 Comments
Alat2 misa
Berikut ini adalah busana dan perlatan misa yang harus diketahui oleh para putra - putri altar.
1. Busana Liturgi
a. Kasula
Busana liturgi resmi imam pada saat memimpin perayaan ekaristi yang bentuknya seperti mantol lebar. Kasula melambangkan Keutamaan Ilahi
b. Stola
Selendang kecil yang di kalungkan pada leher imam dan ujungnya turun di atas dada. Stola melambangkan kuasa imamat dan tanggung jawab.
c. Dalmik

Busana liturgi resmi diakon dalam upacara ibadat
2. Peralatan Misa
a.Piala

Alat minum yang terbuat dari bahan berhaga (biasanya dilapisi emas). Ke dalam piala inilah anggur akan dituangkan dengan dicampur sedikit air
b.Piksis

Bentuknya seperti kaleng kecil yang isinya lebih sedikit dari sibori dan biasanya untuk mengirim hosti untuk orang sakit dan untuk menyimpan hosti besar
c. Patena

Sejenis piring kecil yang berlapis emas, merupakan tempat untuk meletakan hosti besar
d. Aspergil

Alat pemercik yang di pakai untuk memerciki umat dengan air suci yang melambangkan pembersihan dosa.
e.Purificatorium

Sehelai kain kecil persegi yang dapat dilipat menjadi tiga dengan salib di tengah. Fungsinya untuk mengeringkan Piala.
F. Ampul

Dua gelas keci yang berisi air dan anggur. Jika ampul tidak terbuat dari kaca, biasanya ada tulisan V (Vinum = anggur) dan A (Aqua = air).
g. Sibori

Bentuknya sama seperti Piala tetapi ada tutupnya dan lebih besar. Fungsinya untuk menyimpan Sakramen Mahakudus (Hosti) dalam tarbenakel.
04.54 | | 0 Comments
Renungan by: B.F.Y Didik S
Ave...
Salam damai bagi kita semua..
Saudara ku yang terkasih..saat ini kita telah memasuki minggu adven yang pertama..masa dimana kita mempersiapkan kedatangan Yesus saat masa Natal nanti..sama hal nya seperti asalnya yaitu "Adventus" (Bahasa Latin) yang berarti kedatangan Allah. Istilah ini dahulu dipakai dalam kekaisaran Romawi untuk menyambut kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa, kemudian dipakai oleh pengikut-pengikut Kristus untuk menyatakan bahwa bagi mereka bukan kaisar, melainkan Kristus adalah Raja dan Tuhan. Masa Advent adalah masa persiapan sebelum Natal, yakni masa persiapan untuk menghayati makna kedatangan Kristus, sesuai dengan penantian Mesias oleh umat Israel yang terungkap dalam Alkitab Perjanjian Lama, juga sehubungan dengan kedatanganNya pada akhir Zaman.
dan masa adven ini pula di lambangkan dengan sebuah Lingkaran adven yang dimana hiasan dalam Lingkaran itu trdapat lilin yang berwarna.
saudaraku yang terkasih..Lingkaran adven dan beserta hiasannya itu sebenarnya mempunyai sebuah makna yang mendalam...Warna-warna pada lilin pun punya arti khusus. Tiga lilin berwarna ungu melambangkan pertibatan. Lilin merah muda yang menyala terakhir melambangkan gaudete. Itu adalah bahasa latin yang berarti sukacita. ''Warna merah muda dibuat dengan mencampur ungu dengan putih. Artinya, seolah-olah sukacita yang kita alami pada Hari Natal (yang dilambangkan dengan warna putih, Red) sudah tidak tertahankan lagi dalam masa pertobatan ini.
saudara yang terkasih kita tinggalkan tentang masa adven..kita beralih tentang artinya hidup kita ni..
Hidup secara keagamaan adalah “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7)
(Terjemahan Baru LAI) atau terjemahan Alkitab BIS memberikan pengertian yang lebih jelas, “Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya; maka hiduplah manusia itu.” Kata “nafas hidup” berasal dari bahasa Ibrani, neshâmâh yang berarti tiupan atau hembusan atau nafas yang vital/sangat penting/berkenaan dengan hidup. Kata Ibrani ini juga dipakai di dalam Amsal 20:27 untuk kata “Roh manusia” (Terjemahan Baru LAI) atau “hati nurani manusia” (Alkitab BIS). Lalu kata “makhluk yang hidup” (TB-LAI) diterjemahkan a living soul oleh King James Version (KJV) yang berarti jiwa/makhluk yang hidup. Kata “soul” dalam KJV ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani nephesh yang artinya makhluk yang bernafas. Dari Kejadian 2:7 inilah, kita mendapatkan satu prinsip hidup sejati dari Alkitab, yaitu hidup sejati adalah hidup yang berpaut kepada Allah sebagai Sumber Hidup. Kalau Allah tidak menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam hidung manusia, maka manusia tidak dapat menjadi makhluk yang hidup. Nafas hidup-Nya itulah sumber hidup bagi hidup manusia yang mengakibatkan manusia bisa bernafas dan itulah yang disebut makhluk yang hidup. Arti hidup manusia yang sejati tidak didapat dari manusia itu sendiri yang sendiri merupakan makhluk yang dicipta, tetapi dari Allah sebagai Sang Pencipta. Ketika kita ingin mengerti apa arti hidup sejati belajarlah dan bertanyalah kepada Allah karena Ia yang menciptakan kita pasti mengetahui apa arti hidup itu, dan jangan sekali-kali bertanya kepada para psikolog, eksistensialis, dll yang sendirinya juga adalah sesama manusia. Sungguh suatu kebodohan manusia dunia ini ketika mereka yang ingin mengerti arti hidup tidak langsung bertanya kepada Sang Sumber Hidup, tetapi bertanya kepada sesama manusia yang sama-sama berdosa dan terbatas. Itulah kegagalan psikologi dan eksistensialis yang tidak kembali kepada Allah. Tetapi tahukah kita bahwa hidup manusia yang pada awalnya telah diciptakan Allah begitu mulia sehingga manusia langsung bercakap-cakap dengan Allah ternyata dirusak oleh manusia sendiri dengan meragukan eksistensi Allah. Itulah dosa. Dosa bukan dimulai ketika Hawa memetik buah pengetahuan yang baik dan jahat yang dilarang oleh Allah, tetapi dosa dimulai ketika manusia mulai meragukan kebenaran Allah. Usaha meragukan kebenaran Allah menjadi cikal bakal iblis terus mencobai manusia dan akhirnya manusia pertama jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan manusia setelah Adam dan Hawa ikut mewarisi dosa asal (original sin), di samping ada dosa aktual yang dilakukan oleh masing-masing pribadi manusia. Ketika dosa masuk ke dalam manusia, hidup manusia mulai kehilangan arah. Kehilangan arah ini ditandai dengan keinginan manusia terus melawan Allah dan ini mulai nampak ketika Kain yang membenci dan menaruh dendam kepada adiknya, Habel karena persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahan adiknya diterima oleh Tuhan. Lalu, dilanjutkan dengan kejadian-kejadian dan tindakan-tindakan manusia yang membuat Tuhan menyesal, sampai-sampai Tuhan mengatakan, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.” (Kejadian 6:5-6) Tetapi yang menarik, di dalam setiap kejahatan yang manusia lakukan, Tuhan tetap menyediakan sekelompok sisa (remnant) yang masih setia kepada Tuhan. Dua ayat setelah Kejadian 6:6, yaitu pada ayat 8, Alkitab mengatakan, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Nuh bisa mendapatkan anugerah Tuhan, itu semata-mata karena kedaulatan-Nya saja, bukan karena kehendak Nuh yang ingin mencari Tuhan. Allah yang berdaulat adalah Ia yang berkehendak menyatakan anugerah-Nya kepada siapapun menurut kedaulatan-Nya, bukan menurut perbuatan baik manusia tersebut. Itulah Reformed theology. Nuh yang mendapatkan kasih karunia Tuhan di antara manusia-manusia berdosa di zamannya berusaha mempertanggungjawabkan anugerah-Nya itu dengan hidup beres dan menaati Tuhan dan firman-Nya. Lalu, akibat ketaatannya itu dari membangun bahtera sampai keluar dari bahtera dan mendirikan mezbah bagi Tuhan, maka Tuhan berjanji di dalam Kejadian 8:21-22, “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” Bisa saja, pada waktu itu, Nuh tidak menaati Tuhan, lalu berdalih dengan seribu macam alasan, akibatnya Nuh itu mati bersama orang-orang sezamannya. Tetapi puji Tuhan, Nuh yang kita kenal di dalam Alkitab adalah Nuh yang meresponi anugerah Allah dengan tepat dan taat mutlak kepada-Nya. Di situlah, Nuh mendapatkan makna hidup sejati, yaitu ketika ia kembali taat kepada-Nya. Banyak orang dunia hari-hari ini berpikir bahwa menjadi Kristen itu susah, karena apa saja tidak boleh, lalu mereka berpikir bahwa kalau tidak menjadi Kristen itu lebih enak. Itu adalah kesalahan besar. Saya bertanya, kalau kita hidup di zaman Nuh, apakah kita ingin menjadi seperti Nuh atau orang-orang sezamannya ? Kalau orang-orang dunia pasti memilih menjadi seperti orang-orang yang hidup di zaman Nuh yang mengejek Nuh ketika Nuh membangun bahtera, mereka berpesta pora, mabuk-mabukan, dll. Lalu, mereka menganggap diri hebat, bebas, dan itulah hidup yang mereka cari. Tetapi benarkah demikian ? Setelah bencana air bah yang menyapu bersih orang-orang di zaman itu, kecuali Nuh, maka mereka baru sadar bahwa hidup itu hanya sementara dan hidup yang tidak kembali kepada Allah akan sia-sia adanya, tetapi Nuh meskipun dirinya dihina ketika membangun bahtera pada waktu kemarau, tetapi ia mengerti hidup itu sesungguhnya karena ia kembali taat kepada Allah. Ketaatan kepada Allah itulah kunci utama kita menemukan hidup sejati. Tetapi kesalehan seperti Nuh itu sebentar saja terjadi di dalam sejarah, selanjutnya orang-orang setelah Nuh banyak bermunculan dan mereka banyak yang jahat dan memberontak terhadap Tuhan. Oleh karena itu, Allah yang Berdaulat memilih bangsa Israel menjadi bangsa pilihan-Nya. Kepada mereka, Allah mewahyukan Taurat untuk memimpin dan mengatur perilaku mereka agar berkenan kepada-Nya. Tetapi, bagaimana faktanya, apakah mereka semua menuruti perintah Taurat ? TIDAK. Mereka memang menghafal semua yang tertulis di dalam Taurat, tetapi itu hanya menguasai bidang rasio saja, dan tidak benar-benar mengerti artinya. Itulah sebabnya, mereka semakin mengerti Taurat, bukan semakin mengerti esensi Taurat, tetapi lebih menekankan fenomena upacara sesuai Taurat. Bahkan ada yang melarang orang berjalan beberapa kilometer di hari Sabat, dll. Taurat yang sebenarnya baik malahan dibuat tidak baik oleh para ahli Taurat yang menganggap diri ahli di bidang Taurat (itulah namanya ahli Taurat, ahli di bidang Taurat, ahli pula untuk memelintir hal-hal esensi di dalam Taurat). Mereka berpikir dengan hidup berbuat baik seperti yang Taurat perintahkan, mereka akan menemukan arti hidup dan keselamatan sejati. Dari Surga, Allah tidak tinggal diam, Ia mengutus Putra Tunggal-Nya, Tuhan Yesus Kristus untuk mengembalikan fungsi hidup sebagaimana pada waktu Ia menciptakan manusia. Kristus datang untuk menebus dosa manusia dan mengembalikan makna hidup sejati. Ketika Ia berinkarnasi dan turun menjadi manusia tanpa meninggalkan natur Ilahinya, Ia mengajarkan prinsip-prinsip penting tentang makna hidup. Mari kita menelusuri satu per satu di dalam Injil.
Pertama, hidup itu berpusat kepada firman Allah. Hal ini tercantum di dalam Matius 4:4, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (dikutip dari Ulangan 8:3) Hidup manusia bukan sekedar makan, minum, bersenang-senang, tetapi hidup manusia itu berasal dari Allah, atau lebih tepatnya dari setiap firman Allah. Di sini, Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa manusia itu hidup tidak memerlukan roti sama sekali, tetapi Ia mengatakan bahwa manusia tidak hanya memerlukan roti saja untuk hidup. Kata “hanya” atau “saja” dalam ayat ini berarti kita masih membutuhkan roti atau makanan jasmani untuk menyambung hidup, tetapi poin penting atau esensinya bukan terletak pada roti atau sesuatu yang jasmaniah, tetapi firman Allah itulah yang esensi dan terpenting yang menjamin hidup kita menjadi bermakna. Dengan kata lain, firman Allah itu menjadi Sumber Hidup kita yang paling hakiki. Firman Allah menjadi penuntun, pemimpin dan pengoreksi hidup kita ketika kita ingin berbuat dosa. Firman Allah menjadi batas dan penghakim bagi kita, sehingga kita tidak keluar dari jalan-Nya, sebagaimana yang pemazmur katakan di dalam Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Lalu, di dalam pasal yang sama di ayat 1-10, “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.” Firman-Nya itu sangat berarti bagi hidup pemazmur. Hal ini sangat berbeda total dengan banyak paradigma hidup yang dianut oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen” apalagi “melayani Tuhan” lalu alergi mendengar kata “Tuhan” disebutkan di luar gereja. Kalau di dalam Mazmur 119:9, pemazmur mengatakan bahwa orang muda dapat mempertahankan kelakuan yang bersih ketika firman-Nya menjaga hidup mereka, tetapi dunia kita mengajarnya secara bertolak belakang, yaitu ketika psikologi mengajar mereka tentang makna “hidup”, maka tidak heran, banyak orang muda yang belajar psikologi (tanpa belajar firman-Nya) berakhir tragis, misalnya bunuh diri, stress, dll. Ketika manusia mencoba menemukan makna hidup di luar firman-Nya, manusia tidak pernah menemukannya, karena hidup sejati pasti berpusat kepada Allah dan firman-Nya sebagai Sumber Hidup.
Kedua, hidup yang tidak kuatir. Di dalam Matius 6:25, Tuhan Yesus mengajarkan, “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Hidup manusia sudah ada di tangan-Nya, karena Ia lah yang mengaturnya, tetapi seringkali di dalam hidup, manusia seringkali kuatir akan makanan, minuman, pakaian, dll, mengapa ? Karena mereka diajar bukan kembali kepada Allah, tetapi kembali kepada dirinya sendiri sebagai pusat hidup. Ketika Allah menjadi pusat hidup manusia, maka manusia tidak perlu menguatirkan hidupnya. Perhatikan kalimat terakhir di dalam ayat 25 bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Mengapa demikian ? Karena kalau kita kekurangan makanan, kita bisa mencarinya kembali, tetapi kalau kita kekurangan makna hidup, bisakah kita mencarinya di dalam dunia ini tanpa kembali kepada Allah ?! TIDAK. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak perlu kuatir. Lalu, apa solusi yang Tuhan Yesus berikan agar manusia tidak perlu lagi menguatirkan hidupnya ? Di dalam ayat 31-33, Ia mengajarkan, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir, karena kalau mereka kuatir, mereka sama halnya dengan bangsa-bangsa (manusia) yang tidak mengenal Allah. Orang yang hidupnya terus kuatir sebenarnya meragukan kedaulatan dan pemeliharaan Allah di dalam hidupnya. Tetapi tidak berarti dengan menggunakan kalimat ini, lalu kita berkata bahwa kita tidak perlu bekerja, karena semuanya diberikan Tuhan. Itu anggapan yang konyol. Kita tidak perlu kuatir di dalam hidup karena kita percaya bahwa Tuhan itu memelihara hidup anak-anak-Nya dengan berkecukupan, meskipun demikian Tuhan tetap menuntut kita untuk terus bekerja (lihat ayat 34 yang sering dilupakan, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”) Kalau kita tidak perlu kuatir, tidak berarti kita tidak memiliki kesusahan apapun, tetapi Kristus berkata bahwa kesusahan itu masih tetap ada, tetapi biarkanlah kesusahan itu cukup untuk sehari jangan ditambahi dengan kekuatiran yang tidak perlu. Tuhan sangat mengerti benar apa yang diperlukan manusia, sehingga Kristus memerintahkan kita untuk pertama-tama mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, baru setelah itu Ia akan menambahkan berkat-Nya. Jangan menggunakan ayat ini lalu mengajarkan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus pasti kaya, diberkati, hidup lancar, dll. Itu bidat/sesat. Ayat 33, kata “akan ditambahkan kepadamu” itu adalah bonus atau akibat setelah kita mempercayakan diri kepada-Nya dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (mengutamakan-Nya sebagai Tuhan dan Raja dalam hidup kita). Jangan sembarangan menafsirkan Alkitab.
Ketiga, hidup manusia sejati adalah hidup seperti anak kecil (rendah hati). Matius 18:1-6 mengajarkan prinsip ini, “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.” Di sini, Tuhan Yesus menggabungkan konsep “bertobat” dengan menjadi seperti anak kecil. Apa artinya ? Pada waktu itu, para murid sedang berebut kekuasaan ingin menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga, sehingga Kristus harus menegur mereka dan mengatakan bahwa seorang yang masuk Surga adalah seorang yang bertobat, artinya tidak lagi mementingkan hal-hal duniawi yang merupakan citra manusia lama dan segera memperbaharui hidup dengan mementingkan apa yang Tuhan inginkan. Kedua, setelah bertobat, mereka harus menjadi seperti anak kecil yang memiliki kerendahan hati. Anak kecil meskipun seringkali dihina oleh masyarakat sebagai manusia yang kurang pengalaman, tetapi dipakai oleh Kristus untuk menghina mereka yang katanya sudah berpengalaman, berpendidikan, dll, tetapi sombong dan tidak rendah hati lagi. Yang masuk ke dalam Kerajaan Surga bukan konglomerat, presiden, pembesar negara, pendeta, dll, tetapi mereka yang hidup seperti anak kecil (childlike) yang memiliki kerendahan hati (bedakan dengan childish, yaitu sifat kekanak-kanakan, sifat ini tidak disukai oleh Tuhan). Hidup seperti anak kecil (childlike) adalah hidup yang mulia. Ketika kita belajar hidup menjadi seperti anak kecil, maka kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Orang-orang yang suka menyombongkan diri sebagai “penghuni surga” lalu “bersaksi” bahwa dirinya berkali-kali naik turun “surga”, berhati-hatilah, kalau ia tidak bertobat, mungkin ia nanti pasti menjadi penghuni neraka. Tidak berarti karena kita telah berbuat baik, maka kita masuk Surga. Tolong baik-baik mengerti ayat ini. Kita bisa rendah hati, itu semua karena Roh Kudus yang menggerakkan kita untuk berbuat baik dan rendah hati. Jadi, kembali, anugerah Allah yang mendahului semua respon manusia, baru setelah anugerah ini dinyatakan, Allah pula lah yang mengaktifkan kehendak manusia untuk berbuat baik bagi kemuliaan-Nya.
Keempat, hidup manusia sejati adalah hidup kudus. Kekudusan hidup diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 18:8-9 yang berkaitan dengan penyesatan, “” Hidup sejati adalah hidup yang kudus. Bagi Tuhan Yesus, percuma saja “masuk ke dalam Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.hidup” (TB-LAI) atau “hidup dengan Allah” (BIS) dengan kedua tangan/kaki yang utuh tetapi salah satu berbuat dosa, lebih baik hidup dengan Allah dengan sebelah tangan/kaki. Ayat ini jangan ditafsirkan dengan sembarangan. Saya sempat membaca ada seorang pria Katolik di Filipina setelah membaca ayat ini lalu memotong kaki dan tangannya. Ini namanya penafsiran Alkitab terlalu harafiah. Itu salah.
Kelima, hidup yang rela membayar harga demi Kristus. Di dalam Matius 19:29, Tuhan Yesus mengajarkan, “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.” Orang-orang dunia pasti kesulitan membaca ayat ini, karena mereka pasti berpikir bahwa kalau kita kehilangan sesuatu, pasti kita tidak bisa hidup. Tetapi tidak demikian, Tuhan kita Yesus Kristus mengajarkan hal yang paradoks yang bertentangan dengan pola pikir kita. Kristus mengatakan bahwa justru ketika berani membayar harga demi nama Kristus, maka di saat itulah kita nantinya akan mendapatkan kemuliaan kekal dan hidup sejati (kata “hidup sejati” ditambahkan di dalam Alkitab BIS. Roma 8:18-21 sungguh menguatkan kita ketika kita di dalam bahaya penderitaan karena nama Kristus, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.” Inilah pengharapan anak-anak Tuhan di mana mereka akan menerima mahkota kemuliaan setelah mereka menderita aniaya. Itulah paradoks. Hidup sejati adalah hidup yang rela menyangkal diri sendiri dan hidup 100% bagi Kristus. Ini tidak berarti kita harus menjadi pendeta lalu meninggalkan profesi kita. Tidak ! Hidup yang 100% bagi Kristus adalah hidup yang men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidupnya, mungkin hidup itu terasa sulit, kita akan diejek sok suci, sok religius, dll, tetapi kita harus setia untuk tetap men-Tuhan-kan Kristus, karena di dalam Dialah ada hidup sejati (Yohanes 1:4 ; 14:6).
Keenam, hidup sejati adalah hidup yang beriman. Di dalam Yohanes 3:15-16, Tuhan Yesus bersabda, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Alkitab BIS mengartikannya, “supaya semua orang yang percaya kepada-Nya mendapat hidup sejati dan kekal. Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.”) Sungguh menarik, kedua ayat ini. Seringkali kita mengaitkan kedua ayat ini hanya untuk mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Itu tidak salah. Tetapi ayat ini juga bisa mengajarkan tentang makna hidup yang sejati hanya ada ketika kita beriman di dalam Kristus yang berinkarnasi menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Di dalam iman itulah kita bisa menemukan hidup. Sebagaimana Roma 1:17b mengatakan, “Orang benar akan hidup oleh iman.” (TB-LAI) atau “Orang yang percaya kepada Allah sehingga hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali, orang itu akan hidup!” (BIS) Orang dunia seringkali membalik konsep ini dan mengatakan bahwa orang hidup itu harus beriman, tetapi Alkitab dengan konsepnya yang pasti dapat dipercaya mengatakan bahwa justru ketika beriman di dalam Kristus, manusia pilihan-Nya bisa hidup. Mengapa demikian ? Karena hidup sejati adalah hidup yang terlebih dahulu beriman di dalam-Nya dengan menyerahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada-Nya dan menjadikan-Nya sebagai Tuhan dan Raja di dalam hidup kita. Ketika kita percaya kepada sesuatu, di situ kita berani menyerahkan apapun kepada yang kita percayai. Demikian juga kita percaya di dalam-Nya, maka kita juga rela menyerahkan apapun yang ada pada diri kita untuk dikuasai oleh-Nya, karena kita percaya bahwa Allah itu adalah Allah yang Mutlak dan pasti dapat dipercayai.
Terakhir, hidup sejati adalah hidup yang berpengharapan dan menuju kepada kekekalan. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:27-28, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”, Yohanes 11:25,26, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” dan Yohanes 12:25, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” Di dalam Yohanes 12:25, Alkitab BIS mengartikan dengan lebih jelas, “Orang yang mencintai hidupnya akan kehilangan hidupnya. Tetapi orang yang membenci hidupnya di dunia ini, akan memeliharanya untuk hidup sejati dan kekal.” Apakah dengan ayat ini, kita harus bersama-sama membunuh tubuh jasmani kita supaya kita bisa hidup kekal ? Lalu, apakah kita tidak boleh mencintai diri kita ? TIDAK. Kata “mencintai nyawanya” itu dari bahasa aslinya dapat diartikan mengasihani diri atau menganggap diri berguna, hebat, dll, sehingga ketika kita berlaku demikian, maka justru yang terjadi bukan kita semakin hidup, tetapi malahan kita semakin kehilangan nyawa atau makna hidup sejati kita. Sebaliknya, ketika kita membenci (tidak mencintai) nyawa kita (atau dapat diterjemahkan menyangkal diri kita—bandingkan Matius 16:24), maka yang didapat bukan kehilangan nyawa tetapi kita akan menerima dan menemukan makna hidup sejati dan kekal. Ini namanya paradoks. Dunia kita tidak akan mengerti konsep ini sampai suatu saat Roh Kudus mencerahkan pikirannya. Puji Tuhan, kita adalah salah satu dari antara mereka yang boleh mendapatkan anugerah Tuhan. Inilah indahnya menjadi orang Kristen dapat mengerti paradoks. Hidup sejati adalah hidup yang terus menuju kepada pengharapan akan kekekalan. Akibatnya, di dalam hidup ini, kita tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang tidak penting, misalnya kekayaan duniawi, kedudukan yang dihormati, dll, itu semua sampah, sama seperti yang diungkapkan Paulus bahwa pengenalannya akan Kristus membuat dia rela menganggap sampah pada semua yang ia anggap kebanggaan pada masa dulunya. Beranikah kita seperti Paulus menganggap sampah semua kemegahan dan kehebatan dunia yang berdosa ini lalu kembali hidup yang berfokus kepada pengharapan akan kekekalan ?
akan tetapi hidup secara arti dunia tidak jauh berbeda dengan arti hidup agama yaitu :
1. Hidup Adalah Perjuangan
Pertama, dunia kita melihat hidup adalah suatu perjuangan. Di dalam suatu perjuangan, dibutuhkan kekuatan untuk mengerjakannya. Tidaklah heran, manusia di dunia suka berjuang meskipun banyak dari mereka tidak mengerti motivasi dan tujuan dari apa yang diperjuangkannya. Yang mereka ketahui bahwa hidup ini adalah hanya untuk berjuang, terus berjuang agar mencapai apa yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, di dunia ini sangatlah laris promosi training motivasi dari para motivator dari sekelas Anthony Robbins sampai Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right. Para motivator ini terus memberikan motivasi bagi para peserta seminarnya dan manusia dunia ini agar mereka yang merasa down boleh ditingkatkan kembali semangatnya, tetapi rupa-rupanya semangat ini tidak bersumber dari Allah, sehingga motivasi peningkatan semangat ini adalah untuk kepentingan diri (humanisme) dan tujuannya pun untuk kemuliaan diri (meskipun di dalam beberapa buku “rohani” sekalipun, tujuan motivasi ini untuk “kemuliaan Tuhan”). Inilah jiwa atheisme praktis di dalam diri manusia yang berakar dari humanisme ditambah semangat pantheisme dan Gerakan Zaman Baru yang diindoktrinasikan melalui berbagai training motivasi dan pengembangan pribadi. Perjuangan yang dilandasi oleh semangat ingin mencapai cita-cita dan self-centered ini tentu tidak akan menemukan makna hidup sejati dan tentunya juga makna perjuangan sejati, karena yang menjadi landasannya adalah kepentingan diri yang sebenarnya makhluk yang terbatas.
2. Hidup Adalah Kesempatan Kedua, dunia kita yang terus mau berjuang, adalah dunia yang juga mengidentikkan hidup adalah kesempatan. Mereka menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, oleh karena itu mereka memakai setiap kesempatan yang ada untuk meraih apa yang mereka inginkan. Di sini, dunia kita mengaitkan hidup dengan waktu yang ada. Di dalam setiap waktu/kesempatan, mereka mau mengerjakan apa yang diinginkan oleh mereka, entah itu baik atau jahat menurut pandangan Alkitab, mereka tidak seberapa mempedulikannya. Bagi mereka, apa yang diinginkannya harus dicapai di dalam setiap kesempatan. Misalnya, orang yang dulunya hidup miskin ingin menjadi kaya, maka dia bukan hanya berjuang untuk meraih uang, tetapi juga menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk meraih yang dicita-citakan. Tidak heran, beberapa dari mereka sampai-sampai menggunakan kesempatan untuk meraih yang dicita-citakan dengan hal-hal yang buruk, contohnya, dengan korupsi, dll. Di sini, letak kegagalan dunia kita yang semakin jauh dari Allah, yaitu memandang setiap waktu/kesempatan adalah untuk dirinya sendiri.
3. Hidup Untuk Kerja Ketiga, hidup adalah kesempatan direalisasikan oleh banyak manusia sekarang dengan bekerja. Bagi banyak orangtua (termasuk banyak orangtua “Kristen”), kerja adalah segala sesuatu. Manusia dapat disebut manusia ketika mereka sudah bisa berdikari sendiri atau bekerja untuk mendapatkan uang sendiri tanpa tergantung dengan orangtua. Akibatnya, sejak kecil, anak-anak sudah ditanamkan konsep bahwa hidup itu untuk bekerja, sekolah untuk bekerja, dll. Tidak heran, cukup banyak anak yang masih kecil, misalnya SD atau SMP sudah bisa bekerja, misalnya, menjadi artis, model, dll. Akhirnya, fokus hidup sudah dialihkan dari Tuhan kepada kerja. Itulah tipu daya iblis yang bekerja di abad postmodern ini dengan menyingkirkan Allah dari hidup manusia. Akibatnya, mereka yang memandang hidup adalah kerja, akan memandang setiap kesempatan hanya untuk bekerja, dan aktivitas-aktivitas yang menurut mereka “tidak penting”, misalnya bahkan pergi ke gereja, persekutuan, makan, minum, tidur, dll, adalah sesuatu yang tidak penting, sehingga mereka rela mengorbankan banyak waktu untuk bekerja. Yang paling celaka adalah seorang ayah/suami/kepala keluarga yang memiliki konsep bahwa hidup untuk bekerja pasti berdampak kepada keluarganya, di mana istri akan mengalami kekurangan perhatian dari sang suami, dan anak-anak pun mengalami kekurangan perhatian dari ayah mereka, sehingga akhirnya keluarga ini akan menjadi berantakan dan berakhir kepada perceraian. Perceraian ini bisa terjadi salah satunya karena terlalu mementingkan pekerjaan sebagai fokus hidup manusia. Akibat lainnya dari konsep ini adalah mengerjakan segala sesuatu dengan keterpaksaan. Artinya, hidup orang ini akan diikat oleh pekerjaannya, baik di kantor maupun di rumah. Sehinga, tidak heran, orang ini lama-kelamaan akan menjadi stress, depresi dan akhirnya, jika tidak kuat lagi, akan bunuh diri.
4. Hidup Adalah Uang Keempat, orang yang sudah memfokuskan hidupnya pada bekerja, maka dapat dipastikan banyak dari mereka juga memfokuskan hidupnya pada uang. Konsep ketiga dan keempat ini sangat berkaitan erat. Seorang yang memandang hidup adalah hanya untuk uang, maka segala sesuatu diukur dari segi apakah yang dilakukannya itu dapat mendapatkan uang/profit bagi dirinya. Inilah jiwa pragmatis (utilitarian) dan materalis yang dianut oleh banyak manusia postmodern ini (bahkan di dalamnya banyak orang “Kristen”). Bagi mereka, yang penting adalah mereka mendapatkan uang sebanyak-banyaknya bahkan kalau perlu “mengorbankan orang lain”. Tidak heran, bisnis Multi Level Marketing (MLM), asuransi, dll laku keras, karena manusia sedang dikunci oleh uang/materi yang fana sifatnya. Profesi dokter pun tidak luput dari fokus hidup manusia yaitu uang. Dokter bukan bekerja untuk kepentingan pasien lagi, tetapi untuk uang. Tidak usah heran, mengapa banyak dokter tidak langsung memberikan obat kepada pasien yang sedang sakit, tetapi dokter tersebut memberikan obat secara bertahap (banyak dari mereka bukan beralasan medis), maksudnya, kalau pasien itu sudah habis meminum obat yang satu, maka mereka akan kembali lagi dan si dokter pasti mendapatkan pemasukan uang lagi melalui kedatangan si pasien tersebut. Bahkan yang lebih celaka, banyak pendidik, dosen, dll mengajar bukan karena panggilan-Nya di dalam hidup mereka, tetapi karena uang atau menimba pengalaman. Maka, jangan heran, banyak guru/dosen baik yang mengaku diri “Kristen” berani mengajari anak-anak muridnya secara tidak bertanggungjawab, misalnya ada seorang dosen “Kristen” saya secara tidak bertanggungjawab mengatakan, “science itu tidak ada hubungannya dengan religion”. Apakah pendeta juga tidak bisa demikian ? BISA. Banyak “hamba Tuhan” terutama di dalam banyak gereja-gereja kontemporer yang populer saat ini juga memfokuskan hidupnya pada uang dan profit pribadi. Jangan heran, di abad postmodern ini, yang dipentingkan bukan lagi pengertian/pengetahuan yang beres, tetapi feeling, lalu gereja-gereja pun berlomba-lomba menyediakan sarana-sarana yang dapat memenuhi feeling banyak orang “Kristen. Caranya ? Mudah, memanggil “pendeta-pendeta” yang “pintar” berkhotbah, bercerita lucu, lalu mengkhotbahkan kemakmuran (meskipun banyak dari mereka menolak bahwa gerejanya mengajarkan kemakmuran, tetapi yang lebih aneh lagi, slogan gerejanya mengandung unsur kemakmuran), dll. Zaman kita adalah zaman di mana sedang musim cho gereja (cari untung melalui gereja). Motivasinya, jelas, para “hamba Tuhan” gereja tersebut “melayani Tuhan” demi uang, agar bisa sukses, kaya, dll. Lalu, kesuksesannya untuk apa ? Jelas untuk profit pribadi, meskipun di depan mimbar selalu dipromosikan untuk “pekerjaan Tuhan”. Saya sudah terlalu banyak menemukan “hamba Tuhan” model ini dan ibu saya sendiri sudah banyak sekali mengalami hal ini dan menceritakannya kepada saya. Adalah suatu kebodohan yang luar biasa, jika manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah bisa mau diperbudak oleh uang yang adalah benda mati. Uang yang seharusnya ditundukkan oleh manusia, malahan sekarang dibalik, lalu uang menjadi tuan yang memerintah manusia. Ini namanya pembalikan posisi, yang merupakan salah satu ciri masuknya dosa ke dalam diri manusia. Tidak heran, yang sebenarnya sangat penting, misalnya membaca Alkitab, bersekutu dengan-Nya, dll, dianggap oleh manusia dunia menjadi tidak penting, dll, dan lebih aneh lagi jika ada seorang “Kristen” berjiwa pragmatis dan relativis mengatakan bahwa itu semua tergantung pada masing-masing orang, lalu kita tidak boleh memaksa mereka. Saya mengira anggapan ini sama sekali bukan anggapan seorang “Kristen” meskipun mengaku diri “Kristen”, aktif di dalam persekutuan gereja sekalipun. Seorang yang cuek dengan orang lain sama sekali bukan ciri orang Kristen sejati.
5. Hidup itu Biasa Saja Prinsip kelima dari definisi hidup yang dunia sedang ungkapkan yaitu hidup itu biasa saja, jadi jalani sebagaimana adanya. Inilah jiwa pragmatisme dunia kita yang muncul melalui definisi hidup yang biasa saja. Hidup yang biasa saja menandakan bahwa di dalam diri manusia sudah tidak ada lagi makna hidup sejati, sehingga hidup ini hanya dijalani tanpa arah dan tujuan yang pasti sesuai dengan firman-Nya. Tidak usah heran, ketika manusia dunia hanya mengerti hidup ini hanya biasa saja, maka mayoritas mereka menggunakan dan mengisi hidup mereka hanya untuk kepuasan diri mereka saja. Salah satu iklan rokok mengatakan, enjoy aja. Itu yang sedang dunia tawarkan bahwa yang penting itu enjoy, suka-suka bertindak apapun, yang penting happy, senang, gembira, dll. Hidup yang serba gembira ini sangat berbahaya, karena hidup yang gembira tidak mengerti sesungguhnya apa itu penderitaan, kesusahan, dll. Tidak heran, banyak orang “Kristen” yang sudah diindoktrinasi bahwa menjadi “Kristen” pasti kaya, sukses, dll, ketika ada penganiayaan datang, mereka lah yang pertama kali langsung menghujat Tuhan, karena kondisi yang serba pleasure sebenarnya tidak mengerti hidup itu sesungguhnya.
6. Hidup Adalah Penderitaan Kalau pada poin kelima, dunia kita mengartikan hidup itu sebagai sesuatu yang biasa saja, lalu bisa bertindak seenaknya sendiri, maka pada poin keenam, sebagai kebalikannya, beberapa manusia dunia yang ekstrim mengatakan bahwa hidup itu penderitaan. Di dalam hidup itu pasti menderita, entah itu ditinggal oleh seseorang yang dikasihi yang telah meninggal, putus pacar, dll. Pokoknya, tidak ada hidup tanpa penderitaan. Inilah wajah dunia kita yang hopeless yang mencari makna hidup tetapi akhirnya kehilangan hidup itu sendiri, karena terlepas dari jalan yang Allah telah tetapkan. Itulah akibat dari menaruh pengharapan kepada dunia ciptaan yang terbatas dan berdosa ini. Tetapi, apakah kalau kita menaruh pengharapan kepada Tuhan pasti kaya dan tidak menderita ? TIDAK. Kita jangan terlalu ekstrim. KeKristenan hendaknya jangan terlalu ekstrim menekankan dua kubu, yaitu terlalu mementingkan kesuksesan hidup, yang lainnya menekankan penderitaan terus-menerus. KeKristenan harus seimbang, menyeimbangkan antara penderitaan karena nama Tuhan dengan pengharapan sesudah penderitaan yaitu hidup kekal bersama-Nya.
7. Hidup Untuk Orang Lain Terakhir, hanya sedikit manusia bisa memiliki tujuan hidup demi orang lain. Artinya, meskipun definisi hidup yang terakhir ini masih kurang, tetapi setidaknya, defisini hidup ini masih lebih baik dari definisi hidup dari nomer satu sampai dengan 6 yang self-centered. Pada konsep terakhir ini, manusia memandang hidupnya dipersembahkan bagi orang lain. Contohnya, banyak pelukis, komposer musik, dll melakukan segala sesuatu demi orang lain, sehingga tidak heran nama-nama mereka cukup dikenal di dalam zamannya maupun zaman sesudah mereka meninggal dunia. Johan Sebastian Bach, G. F. Hendel, Leonardo da Vinci, dll adalah orang-orang yang telah bersumbangsih bagi dunia karena mereka mementingkan orang lain ketimbang diri. Mungkin saja mereka mau rugi mengorbankan waktu, tetapi yang penting orang lain mendapatkan kepuasan dari hasil kerugiannya. Tentu itu berbeda dengan semangat manusia di abad postmodern yang lebih mementingkan profit pribadi dengan mengorbankan orang lain.
saudara ku yang terkasih..melalui hidup ini jg kita telah di persatukan dengan Allah..dan Allah sangat mencintai kita..oleh karena itu kita di ciptakan secitra dengannya...akan tetapi Iblis yang tidak mau diam dan melihat ciptaan Allah itu sempurna maka Iblis membuat agar manusia itu menjadi jauh dengan Tuhan yaitu dosa..ya dosa..
jika kita melihat cerita manusia pertama di dunia ini yaitu adam dan hawa..saat pertama di ciptakan mereka suci adanya..dan mereka tidak menggunakan sehelai apapun..dan mereka telah di pesankan oleh Tuhan yaitu mereka tidak boleh memakan buah terlarang dlm hutan itu..akan tetapi iblis trus menggoda mereka agar mereka memakan buah terlarang tersebut...dan akhirnya mereka pun memakan buah itu dan mereka mengetahui bahwa mereka telanjang...
saudaraku yang terkasih,dosa yang menyebabkan kita jauh dengan Tuhan..akan tetapi saudara harus ketahui bahwa Tuhan itu tidak pernah meninggalkan kita walaupun kita telah berdosa..
Saudara yang terkasih,melihat tentang dosa saya mempunyai sebuah cerita yang saya ambil dari sebuah internet..
"Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya,
"Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?"
Ayahnya menjawab sambil tersenyum : tak mungkin, nak.
"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" tanyanya lagi.
Ayahnya berkata: tak mungkin, nak.
"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"
Lagi-lagi ayahnya berkata : tak mungkin, nak.
"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu bertanya lagi.
Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: mmmm..... mungkin bisa, nak.
"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"
Ayahnya tertawa dan berkata : Nah, kalau itu pasti bisa, nak.
Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?
Well, sahabatku...hidup akan sangat mudah dijalani dengan memperhatikan dan menjaganya setiap waktu dari jam ke jam...tak ada gading yg tak retak...tapi...jikadijaga, dipelihara dgn baik, dan dirawat setiap saat..gading retak pun akan jadi pajangan yg indah...
marilah saudara ku yang terkasih kita hidup dengan hati yang damai..dan dengan kasih dan tuntunan tangan Tuhan kita yakin dan mampu menjalani semuanya itu dengan baik dan nantinya akan memperoleh hasil yang baik pula...
sekian renungan dari saya semoga bisa bermanfaat bagi kita semua...
dan semoga kita semua di berkati oleh Allah Bapa yang Maha Kuasa ( + ) Bapa,Putera dan Roh Kudus...amin...
GBU all...
07.38 | | 0 Comments

