Kernel (ilmu komputer)

Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.

Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.

Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.

Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung diload dan dijalankan diatas mesin 'telanjang' komputer, yaitu bilamana pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.
Beberapa desain Kernel

Beberapa desain kernel sistem operasi

Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.

Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:
Kernel monolitik. Kernel monolitik mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
Mikrokernel. Mikrokernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
Kernel hibrida. Kernel hibrida adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.
[sunting]
Kernel monolitik

Pendekatan kernel monolitik didefinisikan sebagai sebuah antarmuka virtual yang berada pada tingkat tinggi di atas perangkat keras, dengan sekumpulan primitif atau system call untuk mengimplementasikan layanan-layanan sistem operasi, seperti halnya manajemen proses, konkurensi (concurrency), dan manajemen memori pada modul-modul kernel yang berjalan di dalam mode supervisor.

Meskipun jika setiap modul memiliki layanan operasi-operasi tersebut terpisah dari modul utama, integrasi kode yang terjadi di dalam monolithic kernel sangatlah kuat, dan karena semua modul berjalan di dalam address space yang sama, sebuah bug dalam salah satu modul dapat merusak keseluruhan sistem. Akan tetapi, ketika implementasi dilakukan dengan benar, integrasi komponen internal yang sangat kuat tersebut justru akan mengizinkan fitur-fitur yang dimiliki oleh sistem yang berada di bawahnya dieksploitasi secara efektif, sehingga membuat sistem operasi dengan monolithic kernel sangatlah efisien—meskipun sangat sulit dalam pembuatannya.

Pada sistem operasi modern yang menggunakan monolithic kernel, seperti halnya Linux, FreeBSD, Solaris, dan Microsoft Windows, dapat memuat modul-modul yang dapat dieksekusi pada saat kernel tersebut dijalankan sehingga mengizinkan ekstensi terhadap kemampuan kernel sesuai kebutuhan, dan tentu saja dapat membantu menjaga agar kode yang berjalan di dalam ruangan kernel (kernel-space) seminim mungkin.

Di bawah ini ada beberapa sistem operasi yang menggunakan Monolithic kernel:
Kernel sistem operasi UNIX tradisional, seperti halnya kernel dari sistem operasi UNIX keluarga BSD (NetBSD, BSD/I, FreeBSD, dan lainnya).
Kernel sistem operasi GNU/Linux, Linux.
Kernel sistem operasi Windows (versi 1.x hingga 4.x; kecuali Windows NT).
[sunting]
Mikrokernel

Pendekatan mikrokernel berisi sebuah abstraksi yang sederhana terhadap hardware, dengan sekumpulan primitif atau system call yang dapat digunakan untuk membuat sebuah sistem operasi agar dapat berjalan, dengan layanan-layanan seperti manajemen thread, komunikasi antar address space, dan komunikasi antar proses. Layanan-layanan lainnya, yang biasanya disediakan oleh kernel, seperti halnya dukungan jaringan, pada pendekatan microkernel justru diimplementasikan di dalam ruangan pengguna (user-space), dan disebut dengan server.

Server atau disebut sebagai peladen adalah sebuah program, seperti halnya program lainnya. Server dapat mengizinkan sistem operasi agar dapat dimodifikasi hanya dengan menjalankan program atau menghentikannya. Sebagai contoh, untuk sebuah mesin yang kecil tanpa dukungan jaringan, server jaringan (istilah server di sini tidak dimaksudkan sebagai komputer pusat pengatur jaringan) tidak perlu dijalankan. Pada sistem operasi tradisional yang menggunakan monolithic kernel, hal ini dapat mengakibatkan pengguna harus melakukan rekompilasi terhadap kernel, yang tentu saja sulit untuk dilakukan oleh pengguna biasa yang awam.

Dalam teorinya, sistem operasi yang menggunakan microkernel disebut jauh lebih stabil dibandingkan dengan monolithic kernel, karena sebuah server yang gagal bekerja, tidak akan menyebabkan kernel menjadi tidak dapat berjalan, dan server tersebut akan dihentikan oleh kernel utama. Akan tetapi, dalam prakteknya, bagian dari system state dapat hilang oleh server yang gagal bekerja tersebut, dan biasanya untuk melakukan proses eksekusi aplikasi pun menjadi sulit, atau bahkan untuk menjalankan server-server lainnya.

Sistem operasi yang menggunakan microkernel umumnya secara dramatis memiliki kinerja di bawah kinerja sistem operasi yang menggunakan monolithic kernel. Hal ini disebabkan oleh adanya overhead yang terjadi akibat proses input/output dalam kernel yang ditujukan untuk mengganti konteks (context switch) untuk memindahkan data antara aplikasi dan server.

Beberapa sistem operasi yang menggunakan microkernel:
IBM AIX, sebuah versi UNIX dari IBM
Amoeba, sebuah kernel yang dikembangkan untuk tujuan edukasi
Kernel Mach, yang digunakan di dalam sistem operasi GNU/Hurd, NexTSTEP, OPENSTEP, dan Mac OS/X
Minix, kernel yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum untuk tujuan edukasi
Symbian OS, sebuah sistem operasi yang populer digunakan pada hand phone, handheld device, embedded device, dan PDA Phone.
[sunting]
Kernel hibrida

Kernel hibrida aslinya adalah mikrokernel yang memiliki kode yang tidak menunjukkan bahwa kernel tersebut adalah mikrokernel di dalam ruangan kernel-nya. Kode-kode tersebut ditaruh di dalam ruangan kernel agar dapat dieksekusi lebih cepat dibandingkan jika ditaruh di dalam ruangan user. Hal ini dilakukan oleh para arsitek sistem operasi sebagai solusi awal terhadap masalah yang terjadi di dalam mikrokernel: kinerja.

Beberapa orang banyak yang bingung dalam membedakan antara kernel hibrida dan kernel monolitik yang dapat memuat modul kernel setelah proses booting, dan cenderung menyamakannya. Antara kernel hibrida dan kernel monolitik jelas berbeda. Kernel hibrida berarti bahwa konsep yang digunakannya diturunkan dari konsep desain kernel monolitik dan mikrokernel. Kernel hibrida juga memiliki secara spesifik memiliki teknologi pertukaran pesan (message passing) yang digunakan dalam mikrokernel, dan juga dapat memindahkan beberapa kode yang seharusnya bukan kode kernel ke dalam ruangan kode kernel karena alasan kinerja.

Di bawah ini adalah beberapa sistem operasi yang menggunakan kernel hibrida:
BeOS, sebuah sistem operasi yang memiliki kinerja tinggi untuk aplikasi multimedia.
Novell NetWare, sebuah sistem operasi yang pernah populer sebagai sistem operasi jaringan berbasis IBM PC dan kompatibelnya.
Microsoft Windows NT (dan semua keturunannya).
[sunting]
Exokernel

Sebenarnya, Exokernel bukanlah pendekatan kernel sistem operasi yang umum—seperti halnya microkernel atau monolithic kernel yang populer, melainkan sebuah struktur sistem operasi yang disusun secara vertikal.

Ide di balik exokernel adalah untuk memaksa abstraksi yang dilakukan oleh developer sesedikit mungkin, sehingga membuat mereka dapat memiliki banyak keputusan tentang abstraksi hardware. Exokernel biasanya berbentuk sangat kecil, karena fungsionalitas yang dimilikinya hanya terbatas pada proteksi dan penggandaan sumber daya.

Kernel-kernel klasik yang populer seperti halnya monolithic dan microkernel melakukan abstraksi terhadap hardware dengan menyembunyikan semua sumber daya yang berada di bawah hardware abstraction layer atau di balik driver untuk hardware. Sebagai contoh, jika sistem operasi klasik yang berbasis kedua kernel telah mengalokasikan sebuah lokasi memori untuk sebuah hardware tertentu, maka hardware lainnya tidak akan dapat menggunakan lokasi memori tersebut kembali.

Exokernel mengizinkan akses terhadap hardware secara langsung pada tingkat yang rendah: aplikasi dan abstraksi dapat melakukan request sebuah alamat memori spesifik baik itu berupa lokasi alamat physical memory dan blok di dalam hard disk. Tugas kernel hanya memastikan bahwa sumber daya yang diminta itu sedang berada dalam keadaan kosong—belum digunakan oleh yang lainnya—dan tentu saja mengizinkan aplikasi untuk mengakses sumber daya tersebut. Akses hardware pada tingkat rendah ini mengizinkan para programmer untuk mengimplementasikan sebuah abstraksi yang dikhususkan untuk sebuah aplikasi tertentu, dan tentu saja mengeluarkan sesuatu yang tidak perlu dari kernel agar membuat kernel lebih kecil, dan tentu saja meningkatkan performa.

Exokernel biasanya menggunakan library yang disebut dengan libOS untuk melakukan abstraksi. libOS memungkinkan para pembuat aplikasi untuk menulis abstraksi yang berada pada level yang lebih tinggi, seperti halnya abstraksi yang dilakukan pada sistem operasi tradisional, dengan menggunakan cara-cara yang lebih fleksibel, karena aplikasi mungkin memiliki abstraksinya masing-masing. Secara teori, sebuah sistem operasi berbasis Exokernel dapat membuat sistem operasi yang berbeda seperti halnya Linux, UNIX, dan Windows dapat berjalan di atas sistem operasi tersebut.
[sunting]
Contoh implementasi kernel
[sunting]
Windows

Pada sistem operasi Windows, kernel ditangani oleh file kernel32.dll. Kernel ini menangani manajemen memori, operasi masukan / keluaran dan interrupt. Ketika boot Windows, kernel32.dll di-load ke dalam spasi protected memory sehingga spasi memorinya tidak digunakan oleh aplikasi lain. Apabila ada aplikasi yang mencoba mengambil spasi memori kernel32.dll, akan muncul pesan kesalahan "invalid page fault".

UN Indonesia

Kelulusan UN SMA di DIY Turun dari 94% Jadi 76%

Minggu, 25 April 2010 14:34 WIB
Ujian Nasional (VIVAnews)

Yogyakarta, (tvOne).

Persentase kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun ajaran 2009/2010 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menurun tajam dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang paceklik kelulusan ujian nasional (UN). Tetapi, siswa-siswa tidak perlu khawatir karena masih bisa mengikuti UN ulangan pada 10-14 Mei mendatang," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY, Suwarsih Madya di Yogyakarta, Minggu (25/4).

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, persentase kelulusan UN untuk tingkat SMA/MA adalah 76,30 persen sedangkan pada tahun sebelumnya mencapai 94,66 persen. Begitu pula untuk SMK, angka kelulusan adalah 79,17 persen sedangkan pada tahun lalu mencapai 97,06 persen.

Total jumlah peserta UN untuk SMA/MA di DIY pada 2010 adalah 19.505 peserta sehingga peserta yang dinyatakan harus mengulang pada UN ulangan sebanyak 4.623 siswa, sedangkan peserta UN SMK yang harus mengulang adalah 4.614 siswa dari total 22.152 peserta.

"Jumlah peserta UN yang tidak lulus memang tertinggi selama penyelenggaran UN tetapi kita tetap harus bangga karena BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) menilai pelaksanaan UN di DIY adalah paling jujur se-Indonesia," katanya.

Sedangkan hasil kelulusan di masing-masing kota/kabupaten di DIY, Kabupaten Bantul menempati peringkat pertama dengan angka ketidaklulusan paling kecil yaitu 15,6 persen, disusul Kota Yogyakarta 20,6 persen, Sleman (29,5 persen), Gunungkidul (30,13 persen) dan Kulonprogo (32,76 persen) untuk SMA/MA.

Sedangkan untuk SMK, Kulonprogo berada di posisi pertama yaitu 15,51 persen, Gunungkidul (17,10 persen), Sleman (21,26 persen), Kota Yogyakarta (23,11 persen) dan Bantul (24,65 persen). "Angka untuk SMK masih bisa berubah karena ada beberapa nilai kompetensi yang belum masuk ke piranti lunak penilaian," katanya.

Suwarsih menyatakan, tingginya siswa yang tidak lulus pada UN utama tersebut harus disikapi dengan bijak oleh sekolah, yaitu melakukan pendampingan khusus kepada siswa yang harus menjalani UN Ulangan. "Khususnya pendampingan untuk kejiwaan. Mereka tidak boleh putus asa karena mereka masih bisa ikut UN Ulangan," katanya.

Pihaknya, kata dia, akan segera membentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi pelaksanaan UN yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti guru, polisi, TPI dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana UN DIY, Baskara Aji menyatakan, belum ada indeks secara resmi dari BSNP yang menyatakan pelaksanaan UN di DIY paling jujur. "Tetapi berdasarkan keterangan BSNP, dari beberapa kriteria termasuk laporan tim pemantau indipenden (TPI), pelaksanaan UN di DIY paling jujur meskipun banyak yang tidak lulus," katanya.

Aji Baskara tidak menampik apabila ditemui sejumlah kecurangan dalam pelaksanaan UN di DIY, tetapi panitia pelaksana dan TPI segera memberikan sanksi tegas terhadap pelaku kecurangan UN. (Ant)


BELUM LULUS UN SMP :DIY 10.800, JATENG 71.805 SISWA : TERBANYAK MATEMATIKA JEBLOK


Home>>Berita Utama (Hlm Luar)
BELUM LULUS UN SMP :DIY 10.800, JATENG 71.805 SISWA : TERBANYAK MATEMATIKA JEBLOK
07/05/2010 06:48:01

YOGYA (KR) - Angka ketidaklulusan siswa SMP/ MTs/SMPT di wilayah DIY dalam Ujian Nasional (UN) mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya tahun sebelumnya jumlah siswa yang dinyatakan belum lulus dalam UN hanya mencapai 6,54 persen (3.112 siswa), tahun ini naik menjadi 21,98 persen (10.800 siswa) dari total peserta sebanyak 49.126 siswa. Kendati demikian bagi siswa SMP/MTs/SMPT yang belum lulus dalam UN utama tidak perlu panik karena masih diberi kesempatan mengikuti UN Ulangan pada 17-20 Mei mendatang dan diumumkan kelulusannya pada 25 Juni 2010.
”Jumlah sekolah setingkat SMP yang ada di wilayah DIY ada 514 sekolah. Dari jumlah tersebut 7 di antaranya dinyatakan belum lulus 100 persen. Sedang yang dinyatakan lulus 100 persen ada 27 sekolah dengan rata-rata nilai tinggi sebesar 36,93,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Prof Suwarsih Madya PhD di Auditorium Dikpora DIY, Kamis (6/5).
Suwarsih menyatakan, hasil UN SMP/MTs/SMPT akan diumumkan secara serentak pada Jumat (7/5) hari ini pukul 10.00. Berdasarkan data yang ada di Dikpora DIY, siswa yang nilainya di bawah 4,25
* Bersambung hal 27 kol 5

terbanyak ada di pelajaran Matematika, yakni 5.957 siswa (12,13 persen), kedua Bahasa Inggris 5.899 siswa (12,01 persen), ketiga IPA 2.733 siswa (5,56 persen) dan terakhir Bahasa Indonesia 424 siswa (0,86 persen). Sementara, untuk nilai di tiap mata pelajaran, rata-rata tertinggi pada Bahasa Indonesia sebesar 7,95, IPA 6,73, Matematika 6,36 dan Bahasa Inggris 6,17.
Suwarsih memaparkan, dari 5 Kabupaten/Kota di
DIY tingkat ketidaklulusan tertinggi ditempati oleh Kabupaten Sleman dengan jumlah peserta 12.490 siswa dan tidak lulus 3.007 siswa (24,08 persen). Urutan kedua Kota Yogyakarta dengan persentase ketidaklulusan 21,55 persen, yakni 8.181 peserta dan tidak lulus 1.763 siswa. Urutan ketiga Kulonprogo dengan persentase ketidaklulusan 21,36, yakni 6.510 peserta dan tidak lulus 1.391 siswa. Gunungkidul di urutan keempat dengan persentase tidak lulus 21,19 persen dari jumlah 10.559 siswa dan tidak lulus 2.237. Terakhir Bantul dengan persentase tidak lulus 21,1 persen dari jumlah peserta 11.386 siswa dan tidak lulus 2.402.
Di Jawa Tengah
Untuk tingkat Jawa Tengah, sebanyak 71.805 siswa atau 14,01 % dari total 512.625 siswa SLTP (SMP/MTs/SMPLB) peserta UN dinyatakan tidak lulus. Kepada pers di Semarang Kamis sore (6/5), Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jateng Drs Kunto Nugroho HP MSi dan Ketua Panitia Penyelenggara UN Tingkat Provinsi Jateng Nur Hadi Amiyanto MEd menyatakan, peserta yang tidak lulus kebanyakan jatuh pada salah satu mata pelajaran, misalnya Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika atau IPA.
”Meski relatif tinggi angka ketidaklulusan UN SLTP di Jateng, namun secara nasional prestasi Jateng lumayan bagus karena ada 16 propinsi di Indonesia yang angka ketidaklulusannya mencapai angka 20 %,” katanya.
Dilihat dari jenis sekolahnya, SMP dengan peserta 389.569 siswa, sebanyak 52.946 siswa (13,591 %) tidak lulus, MTs 117.029 siswa, 14.737 (12,593 %) tidak lulus, SMP Terbuka 5.936 siswa, tidak lulus 4.122 (69,441 %) dan SMP-LB dengan peserta 129, semuanya lulus.
Tentang sekolah SMP peringkat 10 terbaik di Jateng, Kunto menjelaskan urutan pertama SMPN 1 Magelang (208 siswa lulus semua, rata-rata NEM 36,88), kedua SMP Semesta Semarang (52 siswa lulus semua, rata-rata 36,82), ketiga SMPN 2 Semarang (176, semua lulus, NEM rata-rata 36,55), keempat SMPN 9 Semarang (313 lulus semua, rata-rata NEM 36,28), kelima SMPN 1 Karanganyar (309 lulus semua, NEM rata-rata 36,14), keenam SMPN 1 Boyolali (244 lulus semua, NEM rata-rata 35,89), ketujuh SMP PL Domenico Savio Semarang (353 lulus semua, NEM rata-rata 35,87), kedelapan SMPN 2 Purworejo (212 siswa lulus semua, NEM rata-rata 35,87), kesembilan SMPN 1 Surakarta (259 lulus semua, NEM rata-rata 35,85) dan urutan kesepuluh SMPN 2 Purwokerto (186 siswa lulus semua, NEM rata-rata 35,77).
Angka Nasional
Secara nasional, sekolah yang tingkat kelulusannya 0% ada 561 atau sekitar 9,73 persen. Sedang sekolah yang lulus 100% sebanyak 17.852 sekolah. Dari total 3.605.163 peserta UN, terdapat 350.798 (9,73%) siswa yang mengulang UN. Sedang yang lulus 3.254.365 siswa atau 90,27 persen.
”Bagi yang mengulang atau belum lulus di UN utama jangan berkecil hati, masih ada kesempatan untuk ujian ulangan 17-20 Mei mendatang,” kata Mendiknas Mohammad Nuh didamping Dirjen Mandikdasmen Suyanto, Wakil Mendiknas Fasli Jalal, Dirjen Kabalitbang Kemendiknas Mansyur Ramli di Kantor Kemendiknas Jakarta, Kamis (6/5) petang.
Dijelaskan, angka kelulusan yang disampaikan hari ini hanyalah angka sementara yang belum dapat dievaluasi. Masih terbuka lebar kesempatan untuk mengulang, namun jika tidak lulus lagi UN ulangan, bisa mengikuti tahun berikutnya atau mengikuti UN kesetaraan. ”Mengenai bisa diterima di pendidikan berikutnya atau tidak, ketentuannya jika tidak lulus UN tidak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya,” kata Nuh.


Di Bali, Tidak Lulus UN Hanya 2,75 Persen

Denpasar (ANTARA News) - Tingkat ketidaklulusan Ujian Nasional 2010 untuk siswa SMA/SMK di Bali hanya 2,75 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan persentase provinsi lainnya di Indonesia.

"Secara nasional ketidaklulusan UN di Bali masih tergolong rendah dibanding provinsi lainnya yang rata-rata mencapai tiga persen," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Provinsi Bali I Wayan Suastha di Denpasar, Senin.

Tingkat ketidaklulusan siswa SMA/SMK di Bali mencapai 2,75 persen atau 702 orang dari jumlah siswa yang mengikuti ujian, 25.562 orang.

Kabupaten Buleleng, menempati posisi paling tinggi angka ketidaklulusannya, yakni dari 4.597 siswa SMA/SMK yang ikut ujian, 329 siswa atau 7,16 persen dinyatakan tidak lulus, papar Suastha.

Sementara untuk ketidaklulusan paling rendah terjadi Kabupaten Bangli yang di bawah satu persen atau 99 persen lebih siswanya lulus ujian nasional.

Terhadap siswa yang tidak lulus UN, Suastha meminta mereka tidak berkecil hati sebab masih ada kesempatan lagi untuk mengikuti ujian ulangan yang dijadwalkan mulai 16 Mei mendatang.

Sementara untuk pengumuman kelulusan dilaksanakan hari ini mulai pagi hingga siang, waktunya diserahkan kapada masing-masing sekolah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengumuman kelulusan UN SMU dan SMK di Bali diwarnai aksi coret dan konvoi di sejumlah ruas jalan di Denpasar, sebagian dari mereka berputar-putar di jalan raya tidak mengenakan helm berkonvoi dan sebagian lainnya membunyikan sepeda motor dengan suara keras di sekitar lapangan Lumintang. (*)

maestro kita sang bengawan solo menhembuskan nafas terakhirnya...

Tokoh musik keroncong Gesang Martohartono sempat menyanyikan lagu Bengawan Solo dan Jembatan Merah dengan lantang, delapan jam sebelum wafat.

"Bapak sempat menyanyikan lagu Bengawan Solo dan Jembatan Merah, delapan jam sebelum menghembuskan napas terakhir," kata Yuniarti, keponakan Gesang yang berada di sisi sang maestro hingga menghembuskan napas terakhir, di Solo, Jumat (21/5).

Yuniarti menjelaskan, selama beberapa hari Gesang dirawat, tidak pernah menyanyikan kedua lagu yang sudah dikenal masyarakat luas itu.

"Entah mengapa, pada pagi hari jam 10.00 WIB sekitar delapan jam sebelum wafat, bapak menyanyikan lagu itu secara lengkap dengan suara lantang," katanya.

Yuniarti menjelaskan, dirinya sudah merasakan firasat buruk saat mendengar Gesang bernyanyi dengan lantang.

Selain itu, dia juga menambahkan bahwa setelah bernyanyi, Gesang meminta dirinya untuk mencatat syair lagu tersebut dalam sebuah kertas.

"Setelah saya selesai mencatat, bapak meminta saya untuk memberikan syair tersebut kepada pemain alat musik cello," katanya.

Namun hingga menghembuskan napas terakhirnya, Gesang tidak menyebutkan siapa pemain cello yang dimaksud.

"Saya hanya menangkap bahwa bapak ingin, kedua lagu itu, dan lagu keroncong lainnya diteruskan kepada generasi muda agar terus dapat lestari," katanya.

Gesang akhirnya menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.10 WIB saat dirawat di ruang ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. [TMA, Ant]

Gereja Katolik : Satu,Kudus,Katolik,Apostolik



Hampir 2000 tahun yang lalu, Yesus Kristus menetapkan Gereja-Nya di dunia. Selama berabad-abad, Gereja-Nya itu tetap satu, memenuhi perkataan St. Paulus akan “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan”, dan melestarikan ajaran-ajaran Kitab Suci serta tradisi-tradisi Kristiani. Namun demikian, bermula dari Reformasi Protestan pada tahun 1500, sekonyong-konyong, dengan sangat menyedihkan, kekristenan terpecah-belah menjadi begitu banyak sekte. Kaum pemrotes ini (yang kemudian dikenal sebagai Protestan) menolak iman Katolik dan melepaskan diri dari Gereja. Mereka mendirikan gereja-gereja baru dengan hukum-hukum baru serta pemimpin-pemimpin baru. Banyak di antara sekte-sekte ini, seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya terpecah-belah lagi menjadi sekte-sekte baru yang saling tidak bersesuaian satu dengan lainnya. Hingga saat ini, tercatat kurang lebih 30.000 sekte Protestan yang berbeda, masing-masing percaya akan ajaran mereka masing-masing, yang saling bertentangan satu dengan lainnya.

Sementara itu, tetap hanya ada satu Gereja Katolik Roma; yang tetap satu dalam iman dan kepercayaan setelah 2000 tahun lamanya. Yang menjadikan Gereja Katolik unik adalah keempat “sifat” atau ciri-ciri hakikat Gereja, yaitu, Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.

SATU

Gereja Katolik adalah SATU karena semua anggotanya mempraktekkan satu iman, satu dalam komuni, dan ada di bawah Kepala Gereja yang satu, yaitu Paus, yang mewakili Kepala Gereja yang tidak kelihatan, yaitu Yesus Kristus (Yoh 10:16). Di negara mana pun kita tinggal, ajaran-ajaran pokok iman dan kepercayaan yang sama akan membimbing iman kita sebagai seorang Katolik, mempersatukan kita - semua orang Katolik di seluruh dunia - dalam iman. Di gereja-gereja Katolik di seluruh dunia kita akan mendengar - walaupun dalam bahasa yang berbeda-beda - doa-doa dasar yang sama (Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, dll), pokok-pokok katekese yang sama, dan yang terutama Misa Kudus yang sama (yang paling utama dalam mempersatukan segala doa dan karya Gereja). Oleh karena segenap uskup, imam dan awam Katolik semuanya dipersatukan di bawah pimpinan yang sama, Bapa Paus, maka dimungkinkanlah persatuan yang sedemikian itu. Kristus Sendiri merencanakannya demikian ketika Ia memilih keduabelas Rasul-Nya (para imam dan uskup pertama Gereja) serta menetapkan Petrus sebagai kepala mereka.

KUDUS

Gereja Katolik adalah KUDUS karena pendirinya, Yesus Kristus, adalah kudus; Gereja mengajarkan ajaran-ajaran-Nya yang kudus; yang memungkinkan kita menjadi kudus (1 Pet 1:15). Yesus Kristus, Kepala Gereja yang tak nampak, menyatakan kekudusan-Nya lewat ajaran-ajaran-Nya yang murni dan tanpa salah, yang Ia wartakan semasa hidup-Nya di dunia, dan lewat mukjizat-mukjizat, serta tindakan-tindakan tanpa cela yang dilakukan-Nya. Seperti orang banyak pada zaman-Nya telah menyatakannya, hanya Tuhan Sendiri-lah, yang dapat melakukan hal-hal demikian. Yesus menghendaki kita agar mengikuti-Nya (Mat 5:48), dan melalui Gereja dan ketujuh Sakramen yang Ia tetapkan, Yesus menunjukkan jalan-Nya kepada kita. Seperti kepala memimpin tubuh, demikian juga Yesus memimpin Tubuh-Nya, yaitu Gereja, yang memungkinkan kita, melalui Dia, menjadi kudus dan dengan demikian mewarisi hidup yang kekal (Rm 8:17). Setiap Sakramen dan setiap ajaran Gereja mendekatkan kekudusan ke dalam jangkauan kita, seperti telah dibuktikan oleh begitu banyak para kudus dalam Gereja Katolik.

KATOLIK

Gereja Katolik adalah KATOLIK (bahasa Yunani, artinya 'umum' atau 'merangkul semua') dalam tiga hal. Umum menurut waktu, karena sejak saat Kristus mengutus para Rasul-Nya hingga saat ini, Gereja berdiri, mengajar, serta berkarya, untuk membawa orang datang kepada Kristus. Umum menurut tempat, sebab Gereja tidak terikat pada suatu bangsa tertentu, melainkan terbuka bagi semua orang (Mat 28:19) dan sesungguhnya, jangkauan Gereja lebih luas mencakup berbagai bangsa dibandingkan agama lain mana pun. Umum menurut ajarannya, sebab Gereja menawarkan ajaran-ajaran dan sakramen-sakramen yang sama, di mana pun, dalam bahasa apa pun, dan dalam berbagai tingkatan sosial, mulai dari yang kaya hingga yang miskin. Lagipula, sesuai janji Yesus Sendiri, Gereja akan tetap terus demikian hingga akhir jaman.

APOSTOLIK

Gereja Katolik adalah APOSTOLIK karena didirikan oleh Kristus atas para apostolos (bahasa Latin, artinya rasul) dan senantiasa dipimpin oleh para penerus mereka. Setelah Kristus menetapkan keduabelas rasul-Nya (Lukas 6:14) sebagai para imam dan para uskup pertama Gereja, selanjutnya mereka menetapkan para rasul lain (Kis 1:23), para diakon (Kis 6:5), para imam (1Tim 4:14; Titus 1:5), para uskup (Flp 1:1) dan para murid guna melestarikan serta menyebarluaskan ajaran-ajaran Kristus. Paus Yohanes Paulus II adalah Uskup Roma yang ke-264; St. Petrus yang pertama. Uskup Roma merupakan pemimpin dari semua uskup di seluruh dunia, sama seperti St. Petrus dipilih Kristus untuk menjadi pemimpin atas para rasul (Mat 16:18; Yoh 21:15). Uskup Roma lebih dikenal dengan sebutan “Paus”, yang berasal dari kata Latin papa, artinya “Bapa”.

Gereja katolik : Satu,Kudus,Katolik dan Apostolik


Hampir 2000 tahun yang lalu, Yesus Kristus menetapkan Gereja-Nya di dunia. Selama berabad-abad, Gereja-Nya itu tetap satu, memenuhi perkataan St. Paulus akan “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan”, dan melestarikan ajaran-ajaran Kitab Suci serta tradisi-tradisi Kristiani. Namun demikian, bermula dari Reformasi Protestan pada tahun 1500, sekonyong-konyong, dengan sangat menyedihkan, kekristenan terpecah-belah menjadi begitu banyak sekte. Kaum pemrotes ini (yang kemudian dikenal sebagai Protestan) menolak iman Katolik dan melepaskan diri dari Gereja. Mereka mendirikan gereja-gereja baru dengan hukum-hukum baru serta pemimpin-pemimpin baru. Banyak di antara sekte-sekte ini, seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya terpecah-belah lagi menjadi sekte-sekte baru yang saling tidak bersesuaian satu dengan lainnya. Hingga saat ini, tercatat kurang lebih 30.000 sekte Protestan yang berbeda, masing-masing percaya akan ajaran mereka masing-masing, yang saling bertentangan satu dengan lainnya.

Sementara itu, tetap hanya ada satu Gereja Katolik Roma; yang tetap satu dalam iman dan kepercayaan setelah 2000 tahun lamanya. Yang menjadikan Gereja Katolik unik adalah keempat “sifat” atau ciri-ciri hakikat Gereja, yaitu, Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.

SATU

Gereja Katolik adalah SATU karena semua anggotanya mempraktekkan satu iman, satu dalam komuni, dan ada di bawah Kepala Gereja yang satu, yaitu Paus, yang mewakili Kepala Gereja yang tidak kelihatan, yaitu Yesus Kristus (Yoh 10:16). Di negara mana pun kita tinggal, ajaran-ajaran pokok iman dan kepercayaan yang sama akan membimbing iman kita sebagai seorang Katolik, mempersatukan kita - semua orang Katolik di seluruh dunia - dalam iman. Di gereja-gereja Katolik di seluruh dunia kita akan mendengar - walaupun dalam bahasa yang berbeda-beda - doa-doa dasar yang sama (Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, dll), pokok-pokok katekese yang sama, dan yang terutama Misa Kudus yang sama (yang paling utama dalam mempersatukan segala doa dan karya Gereja). Oleh karena segenap uskup, imam dan awam Katolik semuanya dipersatukan di bawah pimpinan yang sama, Bapa Paus, maka dimungkinkanlah persatuan yang sedemikian itu. Kristus Sendiri merencanakannya demikian ketika Ia memilih keduabelas Rasul-Nya (para imam dan uskup pertama Gereja) serta menetapkan Petrus sebagai kepala mereka.

KUDUS

Gereja Katolik adalah KUDUS karena pendirinya, Yesus Kristus, adalah kudus; Gereja mengajarkan ajaran-ajaran-Nya yang kudus; yang memungkinkan kita menjadi kudus (1 Pet 1:15). Yesus Kristus, Kepala Gereja yang tak nampak, menyatakan kekudusan-Nya lewat ajaran-ajaran-Nya yang murni dan tanpa salah, yang Ia wartakan semasa hidup-Nya di dunia, dan lewat mukjizat-mukjizat, serta tindakan-tindakan tanpa cela yang dilakukan-Nya. Seperti orang banyak pada zaman-Nya telah menyatakannya, hanya Tuhan Sendiri-lah, yang dapat melakukan hal-hal demikian. Yesus menghendaki kita agar mengikuti-Nya (Mat 5:48), dan melalui Gereja dan ketujuh Sakramen yang Ia tetapkan, Yesus menunjukkan jalan-Nya kepada kita. Seperti kepala memimpin tubuh, demikian juga Yesus memimpin Tubuh-Nya, yaitu Gereja, yang memungkinkan kita, melalui Dia, menjadi kudus dan dengan demikian mewarisi hidup yang kekal (Rm 8:17). Setiap Sakramen dan setiap ajaran Gereja mendekatkan kekudusan ke dalam jangkauan kita, seperti telah dibuktikan oleh begitu banyak para kudus dalam Gereja Katolik.

KATOLIK

Gereja Katolik adalah KATOLIK (bahasa Yunani, artinya 'umum' atau 'merangkul semua') dalam tiga hal. Umum menurut waktu, karena sejak saat Kristus mengutus para Rasul-Nya hingga saat ini, Gereja berdiri, mengajar, serta berkarya, untuk membawa orang datang kepada Kristus. Umum menurut tempat, sebab Gereja tidak terikat pada suatu bangsa tertentu, melainkan terbuka bagi semua orang (Mat 28:19) dan sesungguhnya, jangkauan Gereja lebih luas mencakup berbagai bangsa dibandingkan agama lain mana pun. Umum menurut ajarannya, sebab Gereja menawarkan ajaran-ajaran dan sakramen-sakramen yang sama, di mana pun, dalam bahasa apa pun, dan dalam berbagai tingkatan sosial, mulai dari yang kaya hingga yang miskin. Lagipula, sesuai janji Yesus Sendiri, Gereja akan tetap terus demikian hingga akhir jaman.

APOSTOLIK

Gereja Katolik adalah APOSTOLIK karena didirikan oleh Kristus atas para apostolos (bahasa Latin, artinya rasul) dan senantiasa dipimpin oleh para penerus mereka. Setelah Kristus menetapkan keduabelas rasul-Nya (Lukas 6:14) sebagai para imam dan para uskup pertama Gereja, selanjutnya mereka menetapkan para rasul lain (Kis 1:23), para diakon (Kis 6:5), para imam (1Tim 4:14; Titus 1:5), para uskup (Flp 1:1) dan para murid guna melestarikan serta menyebarluaskan ajaran-ajaran Kristus. Paus Yohanes Paulus II adalah Uskup Roma yang ke-264; St. Petrus yang pertama. Uskup Roma merupakan pemimpin dari semua uskup di seluruh dunia, sama seperti St. Petrus dipilih Kristus untuk menjadi pemimpin atas para rasul (Mat 16:18; Yoh 21:15). Uskup Roma lebih dikenal dengan sebutan “Paus”, yang berasal dari kata Latin papa, artinya “Bapa”.

kelulusan tahun ini untuk SMA Sumsel

1.184 Siswa Gagal UN PDF Cetak E-mail
Saturday, 13 June 2009
Bisa Ikut Paket C, 23-26 Juni

PALEMBANG - Hasil Ujian Nasional (UN) 1.088 sekolah tingkat SMA/MA/SMK baik negeri maupun swasta di Provinsi Sumatera Selatan, hari ini (13/6), diumumkan secara serentak. Soal teknis pengumuman diserahkan kepada sekolah bersangkutan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Drs H Ade Karyana MEd, mengatakan, tahun 2009 ini, dari total 72.813 peserta UN SMA/MA dan SMK se-Sumsel, sebanyak 1.184 siswa (1,626 persen) tidak lulus alias gagal. Dengan enam mata pelajaran yang diujikan, untuk SMA/MA jurusan IPA, tingkat kelulusannya mencapai 99 persen. Kemudian, SMA/MA program IPS 98,69 persen. Khusus SMK dengan tiga mata pelajaran mencapai 96,87 persen.
Jika dibandingkan dengan tahun 2008 lalu, dimana mata pelajaran yang di-UN-kan sama, terjadi penurunan untuk SMA/MA jurusan IPA. Saat itu, SMA/MA jurusan IPA, tingkat kelulusannya 99,36 persen. Sedangkan, SMA/MA program IPS 97,45 persen, dan SMK 96,75 persen.
Standar nilai kelulusan yang ditetapkan memang meningkat. Tahun 2008 rata-rata 5,25. Sedangkan tahun 2009 naik menjadi 5,50.
Ade menjelaskan, dari hasil UN yang berlangsung 20-24 April lalu, SMA/MA jurusan IPA, ada 210 siswa (1 persen) yang tak lulus UN. Sedangkan, SMA/MA jurusan IPS ada 534 siswa (1,31 persen) yang gagal. Lalu, tingkat SMK ada 440 siswa atau 3,13 persen yang tidak lulus.
Jika dirinci, dari 20.879 siswa SMA IPA di Sumsel, ada 209 yang tidak lulus. Terbanyak pelajar di Lahat, dari 1.199 orang siswa, gagal 142 orang (11,84 persen). Untuk SMA IPS, dari total 30.893 siswa, sebanyak 406 orang tidak lulus. Terbanyak di Kabupaten Lahat, dari 2193 siswa yang tidak lulus sebanyak 155 orang (7,07 persen).
Untuk MA IPA, total peserta UN ada 1.753 orang. Yang tidak lulus hanya 1 orang di OKU Timur atau 0,31 persen. Sementara MA IPS, dari total 5.209 peserta, yang tidak lulus mencapai 128 orang. Terbanyak di Muba, daru 387 siswa sebanyak 29 orang atau 7,49 persen dinyatakan tidak lulus UN. Sedang untuk SMK, dari total 14.079 peserta, yang tidak lulus ada 440 siswa. "Terbanyak di Palembang, dari 5.155 siswa yang tidak lulus 92 orang atau 1,78 persen," ujar Ade.
Menurut Ade, persentase ketidaklulusan terbesar di Sumsel untuk SMA/MA program IPA di Kabupaten Lahat dengan 11,84 persen. Disusul Empat Lawang 1,58 persen dan Pagaralam 0,56 persen. "Yang lulus 100 persen peserta UN SMA/MA IPA-nya di Kabupaten OKU," katanya didampingi Ketua Tim Komputerisasi UN Disdik Sumsel, Irianto SPd MM. Sedangkan ketidaklulusan terbanyak tingkat SMA/MA program IPS juga terjadi di Kabupaten Lahat dengan 7,07 persen.
Disusul Empat Lawang dengan 3,94 persen dan OKU 3,71 persen. Sementara ketidaklulusan terbanyak tingkat SMK di Kota Prabumulih dengan 9,94 persen. Disusul OKI dengan 7,40 persen dan Lubuklinggau 6,54 persen.
Tahun ini, nilai UN tertinggi banyak diraih daerah di luar Palembang. Untuk nilai UN tertinggi SMA IPA diraih Prabumulih dengan 51,11. Disusul Ogan Ilir 50,71 dan Palembang 49,67.
Nilai bahasa Indonesia tertinggi 7,41 di Ogan Ilir, bahasa Inggris tertinggi 8,54 di Prabumulih, matematika 9,05 di Ogan Ilir, fisika 9,27 di Ogan Ilir, Kimia 9,05 di Prabumulih dan biologi tertinggi 8,52 di Prabumulih. Nilai UN tertinggi untuk SMA IPS diraih Ogan Ilir dengan 46,92, disusul Prabumulih 46,61 dan Palembang 46,58. Nilai bahasa Indonesia tertinggi 7,22 di Prabumulih, bahasa Inggris 8,65 di Prabumulih, matematika 9,04 di Prabumulih, ekonomi 7,85 di OKI, sosiologi 7,49 di Lubuklinggau dan geografi 8,44 di OKI.
Nilai UN tertinggi tingkat MA IPA diraih Prabumulih dengan 51,30 disusul Lubuklinggau 49,42 dan Ogan Ilir 47,45. Kemudian, Nilai bahasa Indonesia tertinggi 7,30 di Lubuklinggau, bahasa Inggris 9,00 di Ogan Ilir, matematika 9,59 di Ogan Ilir, fisika 9,01 di Prabumulih, Kimia 9,32 di Mura, dan biologi tertinggi 8,52 di Prabumulih. Nilai UN tertinggi tingkat MA IPS diraih Lubuklinggau dengan 46,27 disusul Ogan Ilir 45,09 dan Muara Enim 44,91.
Nilai bahasa Indonesia tertinggi 7,19 di Lubuklinggau, bahasa Inggris 8,56 di Prabumulih, matematika 9,28 di Pagaralam, ekonomi 7,81 di Palembang, sosiologi 7,55 di Ogan Ilir, dan geografi tertinggi 8,42 di Lubuklinggau. Sedang untuk nilai UN tertinggi SMK diraih Palembang dengan 31,78 disusul Muba dengan 30,97 dan Muara Enim dengan 30,72. Nilai bahasa Indonesia tertinggi 7,18 di OKUS, bahasa Inggris 8,41 di Muara Enim, matematika 8,21 di OKI dan Produksi 8,37 di Mura.
Dijelaskan Ade, 10 besar SMA/MA program IPS Palembang, peringkat pertama diraih SMAN 17 dengan total nilai 51,48 disusul SMA Kumbang 50,02, SMA Adabiyah di peringkat ketiga dengan 49,81, SMAN 3 di peringkat keempat dengan 49,60 dan SMA Iba di peringkat kelima dengan 49,58. Kemudian SMA Methodist I dengan 49,53, SMA Candradimuka 49,45, SMAN 6 dengan 49,33, SMAN 18 dengan 49,32 dan SMA Xaverius I dengan 49,28.
"Untuk terbaik SMA/MA program IPA di Palembang, peringkat pertama SMAN 5 dengan 54,41, disusul SMAN 17 dengan 54,38 di peringkat kedua dan SM PGRI 2 dengan 53,35 di peringkat ketiga," cetusnya. Disusul SMAN 7 dengan 52,98, SMAN 18 dengan 52,89, SMA Kumbang 52,84, SMAN I dengan 52,82, SMA Xaverius I dengan 52,41, SMA Xaverius 4 dengan 52,19 dan SMAN 3 dengan 52,17 di peringkat sepuluh.
Tingkat SMK, peringkat pertama diraih SMK Arinda 33,94 disusul SMK Ethika 33,81 dan peringkat ketiga SMK PGRI I dengan 33,80. Lalu SMK Panggali Nusantara 33,62, SMK Makarya 33,10, SMK Muhammadiyah I 32,87, SMK Bina Cipta 32,86, SMK PGRI 2 dengan 32,79, SMK Utama Bakti 32,79 dan SMK Negeri I dengan 32,78.
Berdasar nilai UN murni Sumsel diketahui, pada tingkat SMA IPA, nilai bahasa Indonesia tertinggi 9,40 dan terendah 2,20. Nilai bahasa Inggris tertinggi 9,80 dan terendah 3,00, nilai matematika tertinggi 10 dan terendah 2,75, fisika tertinggi 10,00 dan terendah 2,25, Kimia tertinggi 10,00 dan terendah 3,25, biologi tertinggi 9,75 dan terendah 1,75. Untuk SMA IPS, nilai bahasa Indonesia tertinggi 9,40 dan terendah 0,60, bahasa Inggris tertinggi 9,80 dan terendah 1,80, matematika tertinggi 10,00 dan terendah 1,50. ekonomi tertinggi 9,50 dan terendah 1,50, sosiologi tertinggi 9,50 dan terendah 1,50, geografi tertinggi 10,00 dan terendah 2,00. Bagi MA IP
Bagi MA IPA, nilai tertinggi bahasa Indonesia 8,60 dan terendah 4,00, bahasa Inggris tertinggi 9,60 dan terendah 4,40, matematika tertinggi 10,00 dan terendah 4,50, fisika tertinggi 10,00 dan terendah 4,00, Kimia tertinggi 10,00 dan terendah 5,00, biologi tertinggi 9,25 dan terendah 2,50. Untuk MA IPS, bahasa Indonesia tertinggi 8,60 dan terendah 1,20, bahasa Inggris tertinggi 9,80 dan terendah 1,40, matematika tertinggi 10,00 dan terendah 2,00, ekonomi tertinggi 9,25 dan terendah 1,25, sosiologi tertinggi 9,25 dan terendah 1,25, geografi tertinggi 9,75 dan terendah 1,75.
Sedang SMK, bahasa Indonesia tertinggi 9,20 dan terendah 2,20, bahasa Inggris tertinggi 9,80 dan terendah 1,40, matematika tertinggi 10,00 dan terendah 0,75, produktif tertinggi 10,00 dan terendah 1,26. Kabid SMP/SM Disdikpora Palembang Drs H Riza Pahlevi MM mengatakan, untuk di kota Palembang, ada 5 siswa SMA program IPA yang tidak lulus UN. Yakni dari SMA Taruna 1 orang, SMAN 12 ada 2 orang, SMA Karya Darma 1 orang, dan SMA Islam Azhar 1 orang.
Lalu, ada 39 siswa SMA program IPS yang juga tidak lulus UN tahun ini. Yakni SMA Muhammadiyah I ada 1 orang, SMA Methodist 2 ada 2 orang, SMA Persada 1 orang, SMAN 15 ada 1 orang, SMA Sumsel Jaya 2 orang, SMA Syailendra 1 orang, SMA Diponegoro 1 orang, SMA YWKA 1 orang, SMA Xaverius II ada 2 orang, SMA Muhammadiyah 8 ada 2 orang, SMA Bakti Ibu 8 ada 2 orang, SMA Nurul Amal 1 orang, SMAN 21 ada 1 orang, SMA PPKB 1 orang SMA PGRI 1 orang, SMA Tri Darma 1 orang, SMI Islam Al Amakhoir 1 orang, SMA Arinda 2 orang, SMA Bina Cipta 3 orang, SMA KArya Ibu 2 orang, SMA Muhammadiyah 3 ada 1 orang, SMA KArya Sejati 1 orang, SMA Muhammadiyah 9 ada 1 orang, SMA Nurfauzan 1 orang, SMA Wahana Jaya 1 orang dan SMA Insaniah 4 orang.

Tak Lulus, Ikut NUPK
Masih kata Ade, seorang siswa baru bisa dikatakan lulus jika memenuhi empat kriteria kelulusan yang ada. Pertama, siswa wajib mengikuti ujian semua mata pelajaran baik UN maupun UAS. Kedua memenuhi syarat standar kelulusan UN, siswa harus lulus US (Ujian Sekolah) dengan ketentuan sesuai sekolah masing-masing berdasarkan rapat dewan guru. Terakhir nilai pengamatan dari guru tentang nilai statistika dengan standar minimal baik (B).
"Apabila empat kriteria itu terpenuhi, siswa akan dinyatakan lulus dan menerima ijazah," tutur Ade. Bagi siswa yang belum berhasil lulus UN tahun ini dapat mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C 2008/2009. Ujiannya, berlangsung pada 23-26 Juni mendatang. Ia juga meminta para siswa yang lulus untuk tidak melakukan perayaan kelulusan dengan kegiatan yang tidak bermanfaat seperti mencoret-coret baju dan melakukan konvoi di jalanan.

Kelulusan 93,62 Persen
Kendati banyak diwarnai kecurangan, Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) mengklaim ujian nasional tingkat SMA/MA tahun ini masih lebih baik daripada tahun lalu. Sebab, persentase kelulusan siswa tahun ini meningkat. Bahkan, nilai rata-rata siswa secara nasional pun bertambah.
Sejatinya, secara resmi BSNP baru akan mengumumkan hasil UN Senin lusa. Tapi, data yang diperoleh Jawa Pos (induk koran ini) dari BSNP tadi malam menunjukkan bahwa angka kelulusan tahun ini mencapai 93,62 persen. Angka tersebut naik 2,30 persen dari 91,32 persen pada 2008. Begitu pula rata-rata nilai UN. Tahun ini nilai rata-rata UN mencapai 7,24. Naik 0,03 dari tahun 2008 yang 7,21.
Ketua BSNP Prof Mungin Eddy Wibowo mengatakan, kecurangan UN pada 33 SMA yang sempat ramai itu tidak berpengaruh signifikan pada persentase nasional. Sebab, jumlah siswa yang lulus mencapai 2,2 juta siswa. Sedangkan siswa yang tak lulus dari adanya kecurangan sistematis itu berjumlah 4 ribu siswa. "Itu tidak akan berpengaruh besar," ujar Mungin tadi malam.
Lagipula, kata Mungin, ujian pengganti sudah dilakukan. Dia mengklaim ujian tersebut telah berlangsung dengan baik dan jujur. Pihak sekolah yang bersangkutan, kata dia, tak bakal berani main-main dengan ujian ini. "Sekolah sudah mendapatkan pelajaran penting dari kasus kemarin," katanya.

Apa Sich itu cinta dan bagaimana cara Pacaran itu???

Artikel ini saya buat supaya semua orang memahami tentang cinta dan agar semua orang tidak pernah memainkan apa itu cinta,cz nantinya akan berakibat fatal bagi orang tersebut.dan bagaimana cara menjalin hubungan secara dewasa.
Cinta emang kerap kali mendatangi setiap orang khususnya orang-orang muda..tapi apakah anda semua mengerti tentang cinta itu???
Cinta adalah suatu perasaan yang berasal dari lubuk yang terdalam di hati kita yang Tuhan berikan,agar setiap manusia mampu untuk saling mengasihi dan mencintai tanpa menyakiti orang lain...
Dan cinta itu terbagi atas 3 macam yaitu:
1.Cinta monyet
Cinta ini ibarat kata hanyalah cinta sesaat,yang berarti cinta itu hanya untuk
senang-senang atau pamer,..dan kalau udah ”bosan” putus atau sudah ga pernah
ketemu lagi..cinta ini ga akan awet ampe ke jenjang selanjutnya..
2.Cinta segitiga
Cinta ini ibarat hanyalah memainkan perasaan seseorang,yang berarti cinta ini
terdiri atas 3 orang( 2orang sejenis dan 1orang lawan jenis ),.mungkin cinta
inilah yang menyebabkan terbesar pertengkaran dalam hubungan..
3.Cinta Sejati
Cinta ini jarang banget didapat oleh semua orang oleh karena itu berbahagialah
orang yg ngedapetinnya...cinta sejati inilah yg saling mengisi dan melengkapi
dalam hubungan dan kalau ada masalah pasti diselesain berdua dengan kedewasaan
dalam diri masing-masing dan motto cinta sejati ini adalah I Love You Because I
Love You ( Aku mencintaimu Karena Aku sangat mencintaimu )
Cinta ini yang menyebabkan hitam putih hidup ini,cz jika cinta itu datang pastilah hidup kita berbunga-bunga akan tetapi jika cinta itu pergi bisa-bisa dunia ini banjir karena tangisan kita.. cinta itu abstrak,nyata tapi ga kelihatan...


Jika cinta itu telah dinyatakan kepada seseorang maka hubungan itu bisa terwujud,dan jika seseorang itu telah berani mengambil suatu keputusan untuk menjalani suatu hubungan atau istilah kerennya pacaran,maka seseorang itu udah di anggap dewasa dalam segala hal..
Dan kedewasaan itu adalah
1.orang tersebut telah mampu untuk mengendalikan dirinya sendiri khususnya emosional
dalam dirinya
2.orang tersebut telah mampu menyelesaikan masalah dalam hubungannya dalam pacaran
dengan kepala dingin dan tidak merugikan siapa pun
3.orang tersebut telah bisa merubah cara hidupnya menjadi lebih baik dari
sebelumnya..
4.dan masih banyak lagi
kedewasaan seseorang bisa dilihat dari banyak segi,akan tetapi sekarang orang melihat kedewasaan seseorang itu hanya dari segi umur..sebenarnya kedewasaan seseorang bisa dilihat dari cara berpikir,cara berjalan,cara menyelesaikan masalah,cara memandang sesuatu masalah,cara berbicara dan masih banyak lainnya.
Berpacaran secara dewasa berarti orang tersebut bisa mengubah semua dan pastilah hubungan itu bisa berjalan dengan baik.




Created by:B.F.Y.Didik S

desain dan isi milik Bonaventura @Right 2008. Diberdayakan oleh Blogger.